Perang saudara di Sudan telah menyebabkan bencana kemanusiaan. Diperkirakan 400.000 jiwa tewas dan jutaan orang terpaksa mengungsi. Kedua belah pihak dituduh melanggar hak asasi manusia dan melakukan kejahatan perang.
Penderitaan di El-Fasher
Konflik di El-Fasher sudah berlangsung sejak Mei 2024. Kondisi kemanusiaan memburuk dengan munculnya bencana kelaparan massal di kamp-kamp pengungsian seperti Zamzam.
Tragisnya, RSF juga menyerang kamp pengungsian, menyebabkan ribuan pengungsi tewas. RSF sendiri berasal dari milisi Janjaweed yang sebelumnya dituduh melakukan genosida (pembasmian etnis) terhadap masyarakat Afrika.
Laporan Pembunuhan Massal
Setelah El-Fasher jatuh ke tangan RSF, muncul banyak laporan pembunuhan massal. Hingga akhir Oktober 2025, pasukan gabungan milisi melaporkan 2.000 korban jiwa warga sipil tak bersenjata.
Analisis citra satelit oleh Laboratorium Penelitian Kemanusiaan Yale juga mengindikasikan adanya tanda-tanda korban jiwa dalam jumlah besar di dekat bekas rumah sakit di wilayah timur El-Fasher.
Jenderal Al-Burhan (SAF) mengonfirmasi penarikan pasukannya dari El-Fasher, menyatakan tujuannya adalah untuk melindungi warga sipil dari pembunuhan sistematis.
Namun, ia bersumpah akan melakukan balas dendam atas apa yang terjadi pada rakyatnya, menunjukkan bahwa konflik ini masih jauh dari kata usai.
Baca Juga: HUT TNI ke-80: TNI AL Gelar Parade Laut dengan 51 Kapal Perang
Perang Sudan adalah tragedi kemanusiaan yang dipicu oleh ambisi kekuasaan, menyeret rakyat Sudan ke dalam pusaran kekejaman, kelaparan, dan pengungsian yang tak terbayangkan.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus TPPU yang Menjerat Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Review Perfect Family: Keluarga Sempurna yang Ternyata Menyimpan Rahasia
-
Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau
-
3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang
-
8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi
-
Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK
-
Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat
-
Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo
-
Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare
-
Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh