- Polresta Tangerang membongkar penyelundupan 35 paket besar ganja yang disembunyikan di dalam sasis atau rangka motor Vespa
- Seorang oknum ASN Pemkab Tangerang berinisial AH (44) ditangkap bersama dua orang lainnya dalam jaringan narkoba lintas provinsi (Sumatera Utara-Bogor-Bali)
- Para pelaku, terutama pengendali utama, dijerat dengan pasal berlapis dan terancam hukuman penjara seumur hidup
Suara.com - Kreativitas para penyelundup narkoba seolah tak ada habisnya. Kali ini, sasis atau rangka motor Vespa klasik dimodifikasi menjadi kompartemen rahasia untuk menyelundupkan 35 paket besar ganja. Aksi ini berhasil dibongkar oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, yang turut menyeret seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tangerang.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada, dalam konferensi pers pada Kamis (6/11/2025), membeberkan bahwa pengungkapan ini berawal dari penangkapan kecil di tingkat Polsek Panongan.
"Di mana kasus ini telah berhasil diungkap berawal dari penangkapan yang dilakukan oleh Unit Reskrim Posek Panongan kepada seorang yang berinisial J (19), dikontrakannya di desa Rancaiu, kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang," ungkap Kapolresta sebagaimana dilansir Antara.
Dari penangkapan J, polisi melakukan pengembangan dan berhasil meringkus tiga tersangka utama. Mereka adalah LK (24), seorang buruh harian; AH (44), yang merupakan oknum ASN di lingkungan Pemkab Tangerang; dan IT (42), yang diduga kuat sebagai pemilik sekaligus pengendali utama dalam jaringan narkoba antarprovinsi ini.
Penyelidikan membawa petugas hingga ke Bogor, Jawa Barat, tempat ketiga tersangka ditangkap.
"Kemudian jajaran Polsek Panongan melakukan upaya-upaya pengembangan kasus, langsung bergeser ataupun bergerak ke daerah Bogor, dan menangkap tiga pria yang diduga sebagai pelaku," tutur Indra.
Di tangan IT, polisi menemukan setengah kilogram ganja siap edar. IT mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar berinisial AS di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Fakta paling mengejutkan terungkap saat IT mengaku baru saja mengirim paket besar ke Bali. Modusnya sangat rapi.
"Tidak hanya itu, polisi juga berhasil mendapat informasi bahwa IT sudah mengirim 35 paket besar ganja ke Denpasar, Bali. Tersangka IT menggunakan jasa ekspedisi," kata Indra.
Baca Juga: Siswa 13 Tahun Tewas di Sekolah Internasional Gading Serpong, Diduga Jatuh dari Lantai 8
Ganja puluhan kilogram itu disembunyikan di dalam rangka motor Vespa yang telah dimodifikasi, lalu dikemas seolah-olah mengirim satu unit motor utuh melalui jasa ekspedisi. Polisi bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak ekspedisi.
"Dari keterangan pihak ekspedisi, paket yang dikejar sudah tiba di Denpasar, Bali. Koordinasi ditingkatkan agar kantor ekspedisi di Bali menahan paket tersebut," ujarnya.
Akhirnya, motor Vespa berisi 35 paket besar ganja itu berhasil diamankan sebelum sampai ke tangan penerima. Total barang bukti yang disita meliputi 10 linting ganja, lima paket kecil, satu paket besar seberat 350 gram, dan puncaknya, satu unit Vespa yang 'perutnya' penuh dengan 35 paket ganja.
Para tersangka kini harus menghadapi ancaman hukuman berat. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Tentunya untuk pelaku utama dikenakan ancaman hukuman maksimal adalah seumur hidup. Kemudian yang terakhir, kami mengimbau dan memberikan maklumat kepada seluruh masyarakat," kata dia.
Berita Terkait
-
Siswa 13 Tahun Tewas di Sekolah Internasional Gading Serpong, Diduga Jatuh dari Lantai 8
-
Onadio Leonardo 'Dikirim' Rehabilitasi Narkoba 3 Bulan, Polisi: Ada Keinginan Sembuh dan Menyesal
-
Onad Terseret Narkoba, Menguak Apa Itu Ganja dan Ekstasi serta Bahayanya
-
Rombak Besar-besaran, Tangerang Hawks Basketball Lepas Habib Titoaji
-
Tabrak Tiang hingga Hilang Kesadaran, Ryuji Utomo Bagikan Kondisi Terkini
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar