- KPK akan mendalami proyek pengadaan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Ponorogo
- Penyelidikan ini merupakan buntut dari penetapan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sebagai tersangka dalam tiga klaster kasus dugaan suap dan gratifikasi
- KPK menegaskan akan memeriksa seluruh proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkab Ponorogo untuk mengungkap potensi penyimpangan lainnya
Suara.com - Proyek mercusuar Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Kabupaten Ponorogo kini masuk dalam radar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah ini menyatakan akan mendalami proses pengadaan proyek prestisius tersebut setelah Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap.
Sinyal penyelidikan ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Menurutnya, KPK tidak akan hanya berhenti pada kasus yang menjerat sang bupati, tetapi juga akan menyisir seluruh proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Ponorogo, termasuk proyek monumen yang digadang-gadang menjadi ikon baru tersebut.
“Tidak hanya Museum Reog (MRMP) saja, tetapi setiap pengadaan barang dan jasa yang ada di Kabupaten Ponorogo tentunya sekaligus akan kami dalami,” ujar Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Minggu (9/11/2025).
Asep menjelaskan bahwa pendalaman ini fokus untuk mencari potensi penyimpangan dalam setiap proyek yang berjalan. Langkah ini merupakan pengembangan dari penyidikan kasus utama yang menjerat Sugiri Sancoko, yakni dugaan suap terkait pengurusan jabatan, proyek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Harjono, serta penerimaan gratifikasi lainnya.
Sebelumnya, pada 9 November 2025, KPK telah mengumumkan penetapan empat tersangka dalam pusaran korupsi di Ponorogo. Mereka adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (SUG), Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma (YUM), Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono (AGP), dan seorang pihak swasta bernama Sucipto (SC).
KPK merinci tiga klaster dalam kasus ini. Pertama, dugaan suap pengurusan jabatan yang melibatkan Sugiri Sancoko dan Agus Pramono sebagai penerima, dengan Yunus Mahatma sebagai pemberi.
Kedua, dugaan suap proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo, di mana Sugiri Sancoko dan Yunus Mahatma menjadi penerima dari pihak swasta, Sucipto. Ketiga, klaster gratifikasi dengan Sugiri Sancoko sebagai penerima dari Yunus Mahatma.
Terungkapnya kasus korupsi yang menggurita ini secara otomatis membuka kotak pandora, mengarahkan sorotan tajam pada proyek-proyek besar lainnya, terutama Monumen Reog yang menjadi kebanggaan dan program ambisius Bupati Sugiri Sancoko.
Baca Juga: Ini Penampakan Uang Rp 500 Juta yang Diamankan KPK dari OTT Bupati Ponorogo
Berita Terkait
-
Ini Penampakan Uang Rp 500 Juta yang Diamankan KPK dari OTT Bupati Ponorogo
-
KPK Beberkan Aliran Suap Proyek RSUD Ponorogo: Bupati Sugiri Diduga Terima Rp 1,4 Miliar
-
Kasus Dugaan Suap Bupati Ponorogo: Diduga Minta Rp 1,5 Miliar ke Direktur RS untuk Amankan Jabatan
-
Pakai Rompi Oranye, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap Jabatan
-
KPK Resmi Tahan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara