- Mensos Saifullah Yusuf menyambut positif wacana agar seluruh mantan presiden RI diusulkan sebagai pahlawan nasional, dengan alasan masing-masing memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa.
- Ia menjelaskan bahwa Kemensos melalui TP2GP akan melakukan kajian mendalam terhadap setiap usulan yang masuk sebelum diputuskan oleh presiden.
- Gus Ipul juga menilai perbedaan pendapat di masyarakat sebagai hal wajar dan menegaskan pentingnya menghormati berbagai pandangan tersebut.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai wacana yang disampaikan Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, agar seluruh mantan presiden RI diusulkan menjadi pahlawan nasional menjadi hal yang baik dan patut dipertimbangkan.
Menurut Gus Ipul, setiap presiden memiliki jasa dan kontribusi besar dalam perjalanan bangsa Indonesia, baik dalam perjuangan kemerdekaan maupun pembangunan setelahnya.
"Ya bagus juga menurut saya sih. Setiap Presiden kan punya jasa ya, setiap Presiden punya jasa dan kita ambil yang baik-baiknya," kata Gus Ipul kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Diketahui bahwa Kemensos berperan dalam proses seleksi Pahlawan Nasional karena memiliki tanggung jawab untuk menyeleksi usulan yang diajukan oleh masyarakat. Kemensos membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) yang akan meneliti dan mengkaji usulan yang masuk untuk memastikan kelayakannya.
Gus Ipul menegaskan, pemberian gelar pahlawan nasional merupakan bentuk penghargaan negara kepada tokoh-tokoh yang memiliki peran luar biasa bagi kemajuan Indonesia.
“Karena semua yang kita usulkan juga manusia, tetapi ini adalah mereka-mereka yang dalam perjalanan karirnya memiliki peran yang luar biasa dalam rangka turut memajukan Indonesia, turut memerdekakan Indonesia, turut memajukan Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa proses penetapan gelar pahlawan nasional selalu dilakukan setiap tahun melalui keputusan presiden, setelah melalui kajian mendalam dari tim pakar dan lembaga terkait.
“Lihatlah semua yang sudah pernah ditetapkan oleh setiap Presiden mulai zaman Bung Karno, yang ditetapkan pada masa Pak Harto, dan juga Presiden-Presiden berikutnya. Karena setiap tahun selalu ada penetapan oleh Presiden tentang gelar pahlawan itu,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyinggung bahwa perbedaan pendapat di masyarakat mengenai siapa yang layak mendapat gelar pahlawan nasional merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Ia menekankan pentingnya menghormati seluruh pandangan tersebut.
Baca Juga: Siapa yang Berhak Memberi Gelar Pahlawan Nasional? Dibahas usai Usulan Angkat Soeharto
“Terhadap perbedaan pendapat yang ada, selama ini sudah kita sampaikan kita menghormati dan menghargai. Kita menghormati dan menghargai sepenuhnya,” ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT