- Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) menjatuhkan denda 48 kerbau, 48 babi, dan uang Rp2 miliar kepada Pandji Pragiwaksono.
- Harga kerbau sangat bervariasi tergantung jenis, ukuran, kualitas, dan yang dianggap sakral.
- Sementara harga babi di Toraja juga fluktuatif, dipengaruhi oleh ukuran, jenis, dan permintaan untuk pesta adat atau konsumsi harian.
Suara.com - Pandji Pragiwaksono mendapatkan sanksi adat Toraja. Tongkonan Adat Sang Torayan (TAST) menjatuhkan denda 48 kerbau, 48 babi, dan uang Rp2 miliar kepada Pandji karena dinilai menghina tradisi masyarakat adat.
Denda ini tentu membuat netizen ikut kepo, kira-kira berapa total harga 48 kerbau dan 48 babi yang harus dibayarkan Pandji ke masyarakat adat Toraja?
Hitung-Hitungan Harga 48 Kerbau: Denda Pandji Pragiwaksono
Mari kita hitung-hitungan harga mulai dari kerbau. Di Toraja, harga kerbau sangat bervariasi tergantung jenis, ukuran, dan kualitasnya.
Kerbau biasa atau jenis putih polos (non-albino) biasanya dijual dengan harga mulai dari Rp10 juta hingga Rp20 juta per ekor, tergantung ukuran.
Namun, untuk keperluan adat seperti Rambu Solo (upacara pemakaman Toraja), kerbau sering kali dari jenis premium seperti tedong saleko atau tedong bonga. harganya bisa mencapai Rp400 juta hingga Rp700 juta per ekor, bahkan setara dengan mobil mewah seperti Fortuner.
Kerbau albino, yang dianggap paling sakral, bisa bernilai Rp400-600 juta. Secara umum, harga kerbau di pasar hewan Bolu, Toraja Utara, berkisar Rp20 juta hingga lebih dari Rp1 miliar untuk jenis terbaik.
Dalam konteks sanksi adat untuk Pandji, jenis kerbau tidak disebutkan secara spesifik, sehingga kita bisa menggunakan estimasi rata-rata.
Asumsikan kerbau standar untuk adat biasa dengan harga Rp50 juta per ekor (mengambil nilai tengah antara kerbau murah dan premium). Maka, untuk 48 ekor kerbau: 48 x Rp50.000.000 = Rp2.400.000.000 (Rp2,4 miliar).
Jika menggunakan kerbau premium seperti tedong saleko dengan harga Rp500 juta per ekor (rata-rata tinggi), totalnya melonjak menjadi 48 x Rp500.000.000 = Rp24.000.000.000 (Rp24 miliar).
Baca Juga: Biodata dan Agama Pandji Pragiwaksono: Didenda 48 Kerbau, 48 Babi, dan Rp2 Miliar
Estimasi ini menunjukkan betapa mahalnya sanksi ini, terutama jika TAST mengharuskan kerbau berkualitas tinggi untuk menegaskan nilai simbolisnya.
Hitung-Hitungan Harga 48 Babi: Denda Pandji Pragiwaksono
Selanjutnya, hitung-hitungan untuk harga babi. Harga babi di Toraja juga fluktuatif, dipengaruhi oleh ukuran, jenis, dan permintaan untuk pesta adat atau konsumsi harian.
Anak babi usia 1 bulan dijual sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per ekor. Untuk babi dewasa atau jenis pesta (seperti hitam atau duroc), harganya mulai dari Rp4 juta per ekor, dengan daging babi hidup di tingkat peternak mencapai Rp100.000-Rp120.000 per kilogram.
Asumsikan babi untuk sanksi adat adalah jenis dewasa berukuran sedang (sekitar 50-100 kg), dengan harga rata-rata Rp5 juta per ekor (berdasarkan harga stabil di pasar Toraja).
Maka, untuk 48 ekor babi: 48 x Rp5.000.000 = Rp240.000.000 (Rp240 juta). Jika babi premium untuk upacara, harganya bisa naik hingga Rp10 juta per ekor, sehingga total menjadi Rp480 juta.
Menjumlahkan semuanya, estimasi minimal denda hewan adalah Rp2,4 miliar (kerbau) + Rp240 juta (babi) = Rp2,64 miliar. Ditambah denda tunai Rp2 miliar, total mencapai sekitar Rp4,64 miliar.
Namun, jika menggunakan kerbau premium, total bisa melejit hingga Rp24 miliar + Rp240 juta + Rp2 miliar = Rp26,24 miliar.
Total denda adat Pandji Pragiwaksono tentu saja bersifat estimasi, karena harga aktual bisa berubah berdasarkan kondisi pasar 2025 dan spesifikasi hewan yang diminta oleh TAST.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September
-
Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus
-
Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri
-
Pramono Anung Minta Ancaman Teror Bom di Srengseng Sawah Didalami, Sekolah Harus Tetap Jalan
-
Tertangkap! Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Warga Sekitar
-
Konflik Polri-Kejagung Memanas, Benny K Harman Desak DPR Gulirkan Hak Angket
-
Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan
-
Jeruk Makan Jeruk? Yusril Ingatkan Jaksa Patuhi Aturan di Perkara Febrie Adriansyah