-
DPR usulkan pembentukan TGPF selidiki kejanggalan penemuan kerangka korban demo ricuh.
-
Banyak kejanggalan, seperti selisih waktu penemuan dan hilangnya garis polisi.
-
Temuan TGPF dapat menjadi masukan bagi Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian yang baru.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut tuntas penemuan kerangka Muhammad Farhan Hamid dan Reno Sastrawijaya di Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat. Usulan ini muncul menyusul banyaknya dugaan kejanggalan dalam kasus tersebut, yang terjadi pasca-demonstrasi pada akhir Agustus 2025.
Menurut Abdullah, keberadaan TGPF penting untuk menjawab berbagai pertanyaan publik, termasuk kejanggalan yang sebelumnya disoroti oleh KontraS.
"Sejumlah kejanggalan itu antara lain selisih waktu antara pemeriksaan forensik gedung dan penemuan kerangka, kesimpulan polisi yang terlalu cepat, hingga fakta bahwa garis polisi sudah dicabut sebelum penemuan," kata Abdullah kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Ia mengusulkan agar TGPF dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur independen untuk menjamin objektivitas dan transparansi.
“TGPF bisa terdiri dari kepolisian, Komnas HAM, KontraS, Amnesty Indonesia, LPSK, lembaga forensik independen, akademisi, dan media. Harapannya, investigasi dapat berlangsung transparan dan bebas konflik kepentingan,” katanya.
Abdullah menilai, pembentukan TGPF ini memiliki momentum yang tepat, seiring dengan dilantiknya Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian yang dipimpin oleh Jimly Asshiddiqie. Temuan dari TGPF nantinya dapat menjadi masukan strategis bagi komisi tersebut.
“Saya rasa Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian akan terbuka dengan temuan-temuan TGPF nantinya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa usulan pembentukan TGPF bukanlah wujud ketidakpercayaan terhadap Polri, melainkan bentuk tanggung jawab negara untuk menjaga akuntabilitas dalam penegakan hukum.
“Kasus ini menyangkut hak hidup dua warga negara, dan negara berkewajiban menjelaskan kebenarannya. Jika tidak, hukum akan kehilangan legitimasi dan tidak menghasilkan keadilan yang nyata,” pungkasnya.
Baca Juga: Polisi Ringkus Penembak Pengacara di Tanah Abang, Pistol Didapat dari Timor Leste
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari
-
Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD
-
2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz
-
Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal