- Yusuf Suprapto, menyebut buruh Jakarta sudah terlalu lama berada pada posisi yang ironis.
- Pada 2025, upah minimum tertinggi di Indonesia berada di Kota Bekasi dengan nilai Rp5,69 juta.
- Mereka mendesak Pramono Anung menaikkan UMP 2026 menjadi Rp6 juta.
Suara.com - Sejumlah buruh dari berbagai serikat pekerja kembali memenuhi kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/11/2025). Mereka mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan upah minimum provinsi (UMP) tahun depan menjadi Rp6 juta.
Ketua DPD FSP LEM DKI Jakarta, Yusuf Suprapto, menyebut buruh Jakarta sudah terlalu lama berada pada posisi yang ironis.
Daerah yang menjadi pusat ekonomi nasional ini justru memiliki upah minimum yang kalah dari wilayah sekitarnya.
"Kita tahu bersama bahwa DKI Jakarta sampai saat ini adalah upahnya dikalahkan oleh negeri-negeri atau daerah-daerah yang ada di sekitarnya, daerah penyangga dari Kota Bekasi, kemudian Kabupaten Bekasi, dan juga Kabupaten Kerawang, dan seterusnya," ujarnya di depan Balai Kota.
Data yang disampaikan Yusuf menunjukkan perbedaan yang mencolok. Pada 2025, upah minimum tertinggi di Indonesia berada di Kota Bekasi dengan nilai Rp5,69 juta.
Di bawahnya, UMK Kabupaten Karawang tercatat Rp5,59 juta, disusul UMK Kabupaten Bekasi sebesar Rp5,39 juta. DKI Jakarta sendiri berada di posisi keempat dengan UMP Rp5,39 juta.
Bagi Yusuf, kondisi ini tak masuk akal. Jakarta yang menyandang status Ibu Kota dan tengah diproyeksikan sebagai kota global seharusnya memiliki standar pengupahan yang jauh lebih baik.
"Masak ada provinsi yang terbesar, kemudian juga menjadi Ibu Kota, bahkan kota global katanya, tetapi upahnya masih di bawah atau kalah jauh dibandingkan dengan daerah penyangga," tegasnya.
Karena itu, buruh yang tergabung dalam Aliansi Federasi Serikat Pekerja–Serikat Buruh se-Jakarta mendesak Gubernur DKI Pramono Anung menaikkan UMP 2026 menjadi Rp6 juta. Yusuf menilai angka itu ideal untuk menutup kebutuhan hidup pekerja di kota dengan biaya hidup paling tinggi di Indonesia.
Baca Juga: Marsinah: Buruh, Perlawanan, dan Jejak Keadilan yang Tertunda
"Kami adalah pekerja DKI Jakarta, buruh DKI Jakarta, akan menuntut UMP sebesar 6 juta rupiah. Bahwasannya angka 6 juta itu adalah angka yang pantas dan angka yang bisa memenuhi kebutuhan hidup layak pekerja di DKI Jakarta," ucapnya.
Selain UMP, buruh juga meminta Pemprov menetapkan kembali upah minimum sektoral provinsi (UMSP).
Mereka menuntut agar UMSP tahun 2026 dipatok minimal 5 persen di atas UMP. Yusuf menilai keberadaan UMSP sangat penting bagi sektor-sektor industri tertentu yang memiliki beban kerja lebih tinggi.
"Jangan sampai menyentuh yang namanya upah sektoral yang sudah ada tahun lalu kemudian hendak dihilangkan. Kita minta itu dikembalikan, sebagaimana dulu peraturan menteri yang telah ada, 5 persen di atas upah minimum provinsi yang ada di DKI Jakarta," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Buruh Tuntut UMP DKI Rp6 Juta, Gubernur Pramono Malah Tak Bisa Ditemui, Ada Apa?
-
Ikut Duduk di Sekolah, Prabowo Minta Papan Interaktif yang Bikin Siswa Semangat Belajar Jangan Rusak
-
Kakeknya dari Bekasi, Perkenalkan Kay van Dorp Rekan Setim Anak Ronald Koeman
-
Marsinah: Buruh, Perlawanan, dan Jejak Keadilan yang Tertunda
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tolak Usulan JK, Jokowi: Ijazah Asli Sudah Pernah Dipamerkan, Biar Pengadilan yang Memutuskan!
-
Detik-detik OTT Bupati Tulungagung: KPK Sita Sepatu Louis Vuitton hingga Duit Jatah Ratusan Juta!
-
KPK: Duit Perasan Rp2,7 Miliar Bupati Tulungagung Dipakai Beli Sepatu hingga Bayar THR Forkopimda!
-
Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran
-
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel
-
Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial