- Hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah titik krusial Jakarta, memaksa Transjakarta melakukan pengalihan dan perpendekan rute secara masif pada layanan BRT, Non-BRT, dan Mikrotrans
- Penyesuaian rute mengakibatkan puluhan halte dan bus stop di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Jakarta Barat, tidak dapat melayani penumpang untuk sementara waktu
- Transjakarta secara aktif meminta penumpang untuk memeriksa pembaruan rute secara berkala melalui aplikasi Tije dan media sosial resmi untuk menghindari salah jalur dan keterlambatan
JAK 31 (Blok M – Andara): Pengalihan rute akibat penutupan Jalan Damai V (Texas). Armada dialihkan melalui Jalan Damai Raya.
Halte Tidak Dilayani: Simpang Kirai Jalan Damai V, Gang Reformasi Damai Raya, dan H. Jian.
JAK 02 (Kampung Melayu – Duren Sawit): Pengalihan jalur karena genangan di area Jalan Cipinang Indah. Armada dari kedua arah dialihkan sementara melalui Jalan Kalimalang. Total 8 bus stop tidak dapat dilalui.
6W (Blok M – Duren Tiga via Bangka Raya): Pengalihan rute karena penutupan Jalan Bangka 1 oleh warga. Armada dialihkan melalui Jalan Adityawarman dan Tirtayasa. Sebanyak 9 halte, termasuk Hotel Maharaja dan Masjid Jami Al Aqwam, tidak dilayani.
JAK 30 (Grogol – Pos Meruya): Pengalihan jalur akibat banjir 50 cm di Komplek Meruya Indah. Armada dialihkan melalui Jalan H. Aja.
Halte Tidak Dilayani: Komplek Meruya Indah.
JAK 34 (Rawa Mangun – Klender): Pengalihan rute karena genangan 30 cm di Jalan Kelurahan 1. Armada dialihkan melalui Jalan Lingkar Timur Duren Sawit.
Halte Tidak Dilayani: Seberang SD Duren Sawit 1 dan Halte Bumi Raya.
Manajemen Transjakarta terus memantau kondisi di lapangan dan mengimbau seluruh pelanggan untuk memeriksa informasi terkini melalui aplikasi Tije atau media sosial resmi Transjakarta sebelum memulai perjalanan.
Baca Juga: Ketika Banjir Lebih Menakutkan di 'Kampung Zombie' Cililitan
Berita Terkait
-
Ketika Banjir Lebih Menakutkan di 'Kampung Zombie' Cililitan
-
Melihat 'Kampung Zombie' Cililitan Diterjang Banjir, Warga Sudah Tak Asing: Kayak Air Lewat Saja
-
Jakarta Dikepung Banjir: 16 RT Terendam, Pela Mampang Paling Parah Hingga 80 cm
-
Kalibata Terendam Setengah Meter, Warga Terjebak, Anak Sekolah Terpaksa 'Nyeker' Terjang Banjir
-
Ultimatum Pramono ke Transjakarta: Citra Perusahaan Tak Boleh Rusak, Tindak Tegas Pelaku Pelecehan
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc
-
Suap Ijon Proyek Bekasi: KPK Sita Duit Kadis Henri Lincoln, Diduga 'Uang Panas' dari Sarjan
-
Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu