- Pemerintah menempatkan anggota Polri aktif di struktur KP2MI untuk memperkuat perang intensif melawan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
- Sinergi ini diwujudkan melalui pembentukan desk khusus penanganan TPPO, mengatasi keterbatasan SDM dan kewenangan KP2MI.
- Kolaborasi telah menghasilkan penindakan cepat, seperti penghapusan 1.200 unggahan media sosial terkait perekrutan ilegal PMI.
Suara.com - Pemerintah mengambil langkah strategis untuk mengintensifkan perang melawan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan menempatkan anggota Polri aktif di dalam struktur Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Kebijakan ini dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk membongkar praktik pengiriman pekerja migran ilegal yang semakin kompleks dan meresahkan.
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa kolaborasi langsung dengan aparat penegak hukum adalah kunci untuk memperkuat penanganan kasus TPPO yang selama ini sulit tersentuh.
Menurutnya, KP2MI memiliki keterbatasan yang bisa ditutupi oleh keahlian dan kewenangan yang dimiliki Polri.
“Ini dari pandangan saya perlunya KP2MI membutuhkan penegakan hukum (Polri),” ujar Dzulfikar di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Langkah konkret dari sinergi ini adalah pembentukan desk khusus yang akan fokus menangani pekerja migran ilegal dan kasus TPPO.
Dengan adanya desk ini, proses koordinasi antara kementerian dan kepolisian tidak lagi birokratis, memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap laporan dan temuan di lapangan.
“Dengan polisi aktif dalam struktur KP2MI, penegakan hukum terkait TPPO dapat lebih cepat dan efisien, karena koordinasi dan komunikasi lebih cepat serta pencegahan pengiriman PMI ilegal lebih bisa massif dilaksanakan,” jelasnya.
Dzulfikar memaparkan, personel Polri yang ditugaskan di KP2MI membawa pengalaman krusial dalam bidang investigasi, intelijen, dan operasi penegakan hukum.
Baca Juga: Plot Twist Kasus Rizki Nurfadilah: Ngaku Korban TPPO, Ternyata Sadar Jadi Scammer di Kamboja
Keahlian ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi jaringan mafia TPPO yang terorganisir, sementara KP2MI sendiri menghadapi tantangan dari sisi sumber daya manusia, anggaran, hingga kewenangan penindakan.
“Polisi aktif yang ditempatkan di KP2MI tentu sudah berpengalaman dalam melakukan investigasi, intelijen, dan kerja operasional hukum, yang sangat relevan untuk menangani kasus migran ilegal dan eksploitasi. Hal ini penting karena KP2MI memiliki keterbatasan dari sisi SDM, anggaran, dan kewenangan penegakan hukum,” jelasnya.
Persoalan pekerja migran, lanjutnya, telah menjadi perhatian serius Presiden RI. Data menunjukkan bahwa jumlah pekerja migran yang berangkat melalui jalur non-prosedural hampir setara dengan yang berangkat secara resmi.
Parahnya, proses pemberangkatan ilegal ini hampir selalu melibatkan oknum atau sindikat yang secara terang-terangan melanggar hukum.
“Hal ini tentu cara dan mekanisme pemberangkatannya melalui pihak-pihak atau oknum yang tidak mematuhi aturan dan melanggar hukum, maka perlunya penegak hukum (Polri) dapat membantu tugas KP2MI dalam prosesi pencegahan dan penindakan pelaku-pelaku penempatan PMI ilegal,” tegas Dzulfikar.
Kolaborasi ini bahkan sudah menunjukkan hasil awal yang signifikan. Salah satu posisi strategis di KP2MI, yaitu Direktur Siber, kini diisi oleh seorang perwira tinggi Polri. Unit ini berhasil bergerak cepat di dunia maya yang kerap menjadi ladang rekrutmen ilegal.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Sebut Prabowo Marah di Rapat, Bilang Bintang Jenderal Tak Berguna Jika Tidak Bantu Rakyat
-
Profil Irjen Argo Yuwono: Jenderal Kepercayaan Kapolri Ditarik dari Kementerian Buntut Putusan MK
-
Soal Anggota Polri Aktif di Kementan, Menteri Amran: Justru Sangat Membantu
-
Pasal 16 RKUHAP: Bahaya Operasi Undercover Buy Merambah Semua Tindak Pidana
-
Buntut Putusan MK, Polri Tarik Irjen Argo Yuwono dari Kementerian UMKM, Ratusan Pati Lain Menyusul?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Jadi Tersangka Korupsi Haji, Intip Harta Kekayaan Yaqut: Punya Alphard Rp1,9 Miliar
-
Eks Bos Kemenkeu Divonis Ringan di Kasus Jiwasraya, Jaksa Agung Sorot 2 Kejanggalan Ini
-
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Usai Terendam Banjir Lumpur 3 Meter
-
Kasus Kematian Diplomat Dihentikan, Keluarga Arya Daru Tempuh Langkah Hukum dan Siap Buka 'Aib'
-
Breaking News! KPK Resmi Tetapkan Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Profil Damai Hari Lubis: Dulu Garang Tuding Ijazah Palsu, Kini 'Luluh' di Depan Jokowi?
-
5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral
-
Legislator DPR Bela Pandji: Kritik Komedi Itu Wajar, Tak Perlu Sedikit-sedikit Lapor Polisi
-
Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang
-
Giliran PBNU Tegaskan Pelapor Pandji Pragiwaksono Bukan Organ Resmi: Siapa Mereka?