- Siswa mengadu langsung kepada Wagub Rano Karno terkait maraknya perundungan di sekolah.
- Rano Karno janji usut tuntas dan perintahkan dinas terkait untuk melakukan investigasi.
- Insiden ledakan di SMAN 72 disebut sebagai contoh dampak fatal dari perundungan.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menerima aduan langsung dari perwakilan siswa mengenai maraknya perundungan di sekolah. Dalam pertemuan di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (22/11/2025), Rano menegaskan tidak akan mentolerir kekerasan di lingkungan pendidikan dan berjanji akan mengusut tuntas setiap laporan.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Rafi, seorang siswa yang menyuarakan keresahannya tentang ejekan fisik yang kerap dialami teman-temannya.
"Saya ingin menceritakan kepada Bapak, masih banyak bully yang terjadi di sekitar saya. Contohnya, kami suka di-bully karena fisik yang kurang, seperti dikatain gendut, pendek, atau hitam, sehingga kami jadi kurang percaya diri," ujar Rafi.
Menanggapi hal tersebut, Rano Karno menyatakan bahwa Pemprov DKI tidak akan menutup mata. Ia secara khusus menyoroti insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang diduga kuat dipicu oleh perundungan.
"Saya orang yang tidak suka menutup kejadian. Apa yang terjadi harus menjadi contoh agar kita lebih waspada. Baru saja terjadi di sebuah sekolah, yang konon diakibatkan karena bullying," ungkapnya.
Rano menegaskan telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan investigasi mendalam agar insiden serupa tidak terulang.
"Saya sudah perintahkan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, usut tuntas. Agar apa? Tidak terjadi lagi," tegasnya.
Di akhir pertemuan, Rano juga berpesan agar para siswa dapat membangun mental yang lebih kuat untuk menghadapi dan mencegah intimidasi.
"Harus lebih tough," pungkasnya.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Lipstik Warna Natural untuk Anak Sekolah, Harga Mulai Rp9 Ribuan
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara
-
Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
-
Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta