- 93 persen dari sekitar 3.000 bencana tahunan di Indonesia adalah hidrometeorologi, mendorong mitigasi berbasis vegetasi.
- BNPB melaksanakan penanaman vegetasi serentak di empat provinsi, dengan puncak acara di Bogor pada Hari Pohon Sedunia.
- Penanaman pohon di hulu DAS Ciliwung penting untuk melindungi 3,5 juta penduduk hilir dari risiko bencana.
Suara.com - Indonesia memasuki era di mana bencana hidrometeorologi semakin sering terjadi dan menimbulkan dampak luas. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa dalam satu tahun terakhir terdapat sekitar 3.000 kejadian bencana di Indonesia, dan 93 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Angka ini bukan hanya mencerminkan eskalasi ancaman, tetapi juga mempertegas pentingnya mitigasi berbasis lingkungan, terutama melalui penanaman vegetasi di wilayah hulu dan daerah aliran sungai (DAS).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan strategi mitigasi jangka panjang yang memiliki dampak ekologis dan ekonomis.
"Momentum Hari Pohon Sedunia mengingatkan kita bahwa pohon bukan sekadar elemen estetika dalam lanskap, tetapi penopang ekosistem dan benteng pertama ketika bencana datang," ujarnya dalam sambutan daring dari Wonosobo, Jawa Tengah.
Gerakan Nasional Penanaman Vegetasi: Fokus Hulu, Dampak Nasional
Sebagai bentuk langkah konkret, BNPB bersama unsur pentaheliks melaksanakan penanaman vegetasi serentak di empat provinsi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Puncak kegiatan berlangsung di EIGER Adventure Land, Desa Sukagalih, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (21/11).
Dalam rangka Hari Pohon Sedunia, tercatat 123.320 bibit pohon ditanam di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya pemulihan lahan kritis dan penguatan infrastruktur hijau yang sejalan dengan arah kebijakan lingkungan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari relawan, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga komunitas lokal. Kehadiran multipihak menjadi faktor penting mengingat mitigasi bencana tidak dapat berdiri sendiri, melainkan memerlukan orkestrasi lintas sektor.
Kabupaten Bogor: Hulu DAS Ciliwung dan Titik Kritis Mitigasi Bencana
Baca Juga: Evakuasi Korban Bencana Tanah Longsor di Banjarnegara
Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi strategis gerakan ini karena posisinya sebagai hulu Daerah Aliran Sungai Ciliwung, yang menopang kehidupan sekitar 3,5 juta penduduk di wilayah hilir.
Kawasan ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga penopang ekologis yang memengaruhi kualitas air, sedimentasi, risiko longsor, hingga banjir di wilayah perkotaan seperti Jakarta.
Menko PMK Pratikno menegaskan pentingnya peran hulu dalam mencegah bencana di wilayah hilir.
"Tempat seperti ini bukan hanya menjadi destinasi green tourism, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga keselamatan 3,5 juta warga yang tinggal di wilayah DAS Ciliwung," ujarnya.
Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Medrilzam juga menyoroti urgensi rehabilitasi lahan kritis. Indonesia mengalami kerugian bencana mencapai Rp22 triliun per tahun, sementara luas lahan kritis nasional mencapai 12,3 juta hektare, termasuk area signifikan di DAS Ciliwung dan Citarum.
Sebagai tuan rumah puncak kegiatan, EIGER Adventure Land diapresiasi atas komitmennya menjalankan model ekowisata yang terintegrasi dengan konservasi. Kawasan ini berada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan total area lebih dari 300 hektare yang difokuskan untuk pemulihan ekosistem hulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek
-
Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada