- Pemprov DKI Jakarta menertibkan hunian liar di TPU Kebon Nanas dan Kober Rawa Bunga demi lahan makam baru.
- Warga terdampak telah diberi dua minggu untuk relokasi dan menuntut pemindahan ke rumah susun layak.
- Tokoh masyarakat mengusulkan solusi makam vertikal sebagai alternatif penggusuran lahan pemakaman.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah merancang rencana penertiban terhadap warga yang mendirikan hunian liar di atas lahan pemakaman umum.
Langkah tegas tersebut diambil demi memenuhi kebutuhan mendesak akan ribuan petak makam baru di tengah krisis lahan kubur yang melanda Ibu Kota.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas dan TPU Kober Rawa Bunga, Jakarta Timur masuk daftar kawasan yang akan dilakukan penertiban.
Ratusan kepala keluarga yang menempati wilayah tersebut sudah mendapat pemberitahuan relokasi dan diberi waktu lebih kurang 2 minggu untuk mengosongkan tempat.
Menanggapi polemik tersebut, Sa'il selaku Sekretaris RW 2 yang menaungi wilayah TPU Kebon Nanas melontarkan sebuah ide yang terbilang unik sebagai solusi alternatif.
Ia berpendapat bahwa keterbatasan lahan di Jakarta sebenarnya dapat diatasi dengan manajemen ruang yang terprogram, meskipun areanya sempit.
"Kalau saya sih kalau terprogram, kayaknya biar sempit juga bisa diatasin," ujar Sa'il saat berbincang dengan Suara.com di kediamannya, Senin (24/11/2025).
Tokoh masyarakat setempat ini lantas berseloroh soal pembangunan makam secara vertikal untuk menghemat lahan.
"Contoh, kalau tahu lahan berharga, ya vertikal aja. Kalau perlu 5 (lantai). Nggak apa-apa kan? Orang malah sekali ziarah udah di situ semua. Ya kan?" kelakar Sail sembari memberikan ilustrasi.
Baca Juga: Digusur dari Lahan Makam, Ratusan Keluarga di Jaktim Minta Direlokasi ke Rusun
Menurutnya, solusi menumpuk makam ke arah atas tersebut jauh lebih manusiawi dan akan lebih mudah diterima oleh masyarakat ketimbang harus menghadapi penggusuran.
Sa'il menambahkan, jika opsi penumpukan atau vertikal tidak diterima, nantinya warga tinggal mengurus sendiri pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing.
"Rakyat juga terima tuh, daripada digusur. Kalau nggak mau ditumpuk, ya siapin duit ambulans ke kampung," celotehnya.
Mereka yang terdampak relokasi sendiri sudah menyampaikan tuntutan ke Pemprov DKI Jakarta untuk dipindahkan ke rumah susun (rusun) yang layak dan terjangkau.
Pemprov DKI pun kabarnya sudah menyetujui tuntutan tersebut, meski belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai di rusun mana mereka dipindahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
-
Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
-
Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan