- Yuddy Chrisnandi meluruskan SE MenPAN-RB Nomor 3 Tahun 2015 bukan terkait isu ijazah Presiden Jokowi.
- Surat Edaran tersebut bertujuan menertibkan birokrasi dan menegakkan integritas aparatur sipil negara.
- Yuddy menegaskan ia percaya penuh Presiden Jokowi merupakan lulusan Sarjana Kehutanan dari UGM.
Suara.com - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Prof. Yuddy Chrisnandi, meluruskan spekulasi yang mengaitkan terbitnya Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penanganan Ijazah Palsu dengan isu ijazah Presiden Joko Widodo.
Dalam bincang-bincang di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Yuddy menegaskan bahwa kebijakan tersebut murni bertujuan menertibkan birokrasi dan tidak memiliki kaitan politik dengan Presiden.
“Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2015 saya keluarkan semata-mata untuk menertibkan birokrasi di internal pemerintahan. Itu hanya menjalankan Nawa Cita dan Revolusi Mental,” ujar Yuddy, dikutip Kamis (27/11/2025).
Yuddy menjelaskan bahwa penerbitan SE itu didasari keinginan agar aparatur sipil negara (ASN) memiliki integritas dan kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurut dia, penggunaan ijazah palsu tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak sistem promosi jabatan di pemerintahan.
“Pegawai pemerintah itu setidaknya harus jujur. Masa pakai ijazah palsu? Itu membohongi diri sendiri sekaligus merusak institusi yang seharusnya diisi orang-orang berkompeten,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak pernah diarahkan pada isu ijazah Presiden Jokowi.
“Waktu itu tidak terpikir sama sekali soal ijazah Pak Jokowi,” ujarnya.
Menanggapi polemik keaslian ijazah Presiden yang sempat ramai dibahas sejumlah tokoh—mulai dari Roy Suryo, Rismon, hingga Dokter Tifa—Yuddy mengaku tidak pernah menaruh prasangka buruk. Ia bahkan baru mengetahui ramainya isu itu dalam satu hingga dua tahun terakhir.
“Ikatannya dengan ijazah Pak Jokowi itu tidak pernah kami pikirkan. Dan secara pribadi, saya tidak tahu mengenai isu ijazah palsu yang ditujukan kepada beliau,” ungkapnya.
Yuddy juga menyinggung obrolannya dengan Anies Baswedan terkait isu ini. Ia menyebut bahwa Anies selalu menanggapinya dengan santai.
Baca Juga: Polisi Ungkap Alasan Roy Suryo Cs Dicekal: Bukan karena Risiko Kabur, Tapi...
“Setiap kami berbincang soal itu atau komunikasi lewat WhatsApp, dia bercanda saja, ketawa,” kata Yuddy.
Meski tidak mengetahui apakah Anies memiliki informasi lain, Yuddy menegaskan sikapnya sendiri: ia percaya penuh pada latar belakang pendidikan Presiden Jokowi.
“Kami sangat percaya beliau ini Insinyur Kehutanan. Yang saya ketahui dan yakini, hingga isu ini mencuat, Presiden Joko Widodo adalah sarjana kehutanan dari UGM dengan gelar Insinyur,” pungkasnya.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun
-
Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!
-
Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Ko Erwin Ditembak di Kaki
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?