- Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyoroti banjir dan longsor di Sumatera yang membawa banyak kayu gelondongan.
- Daniel mendesak pemerintah segera membentuk tim investigasi untuk menelusuri asal usul material kayu tersebut.
- Komisi IV DPR akan memanggil Kementerian Kehutanan untuk menjadi sektor utama dalam investigasi penegakan hukum.
Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, menyoroti fenomena banjir dan longsor di wilayah Sumatera yang membawa material kayu gelondongan dalam jumlah besar.
Merespons hal tersebut, Daniel mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim investigasi guna mengungkap asal-usul kayu-kayu tersebut.
Daniel menyebut, pembentukan tim ini penting untuk menjawab keheranan masyarakat sekaligus membuktikan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana ekologis.
"Itu sudah sangat viral ya, seluruh warga melihat dan terheran-heran bagaimana bencana banjir bukan hanya air, tetapi bahkan dipenuhi oleh begitu banyak kayu," ujar Daniel ditemui di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025).
"Untuk menjawab keheranan tersebut dan menunjukkan keseriusan, kita mendorong pemerintah segera membentuk tim investigasi," katanya menambahkan.
Legislator yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, dan kehutanan ini menegaskan, investigasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur pidana di balik bencana ini.
"Tim harus menelusuri dari mana kayu-kayu itu sampai bisa hanyut segitu banyaknya. Apakah ada penebangan illegal logging? Siapa yang pelakunya? Seberapa besar hutan alam yang dirusak? Dan segera lakukan tindakan tegas terhadap pelanggar yang ada," tegasnya.
Akan Panggil Kementerian Kehutanan
Sebagai langkah konkret dari parlemen, Daniel memastikan Komisi IV DPR RI akan segera memanggil kementerian terkait, khususnya Kementerian Kehutanan, dalam Rapat Kerja (Raker) mendatang.
Baca Juga: Penyebab Banjir Sumatera, Cuaca Ekstrem atau Eksploitasi Alam Berlebihan?
Ia meminta Kementerian Kehutanan menjadi leading sector dalam investigasi ini dengan menggandeng aparat penegak hukum.
"Tentu kita akan mendorong nanti di raker secepatnya, kita akan pertanyakan itu kepada Kementerian Kehutanan. Pemerintah harus merespons cepat, sehingga masyarakat merasa tenang dan trust (percaya) terhadap pemerintah," katanya.
Lebih lanjut, Daniel mengingatkan bahwa investigasi ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya mitigasi bencana di masa depan.
Jika pembalakan liar atau kerusakan hutan dibiarkan, ia khawatir dampak anomali cuaca akan semakin ekstrem dan meluas ke pulau-pulau lain di luar Sumatera.
"Yang paling penting tim investigasi ini adalah untuk mencegah tidak terulangnya kejadian serupa. Karena kalau terulang, anomali cuaca akan semakin kuat dan cepat. Enggak hanya di Sumatera, nanti seluruh pulau akan terlanda bencana," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
-
Penyebab Banjir Sumatera, Cuaca Ekstrem atau Eksploitasi Alam Berlebihan?
-
Prabowo Bicara Soal Bencana Pulau Sumatera, Singgung Kerusakan Lingkungan dan Pembabatan Hutan
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional Banjir Bandang Sumatera
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal
-
RUU PPRT Belum Tuntas usai 22 Tahun, Koalisi Minta Presiden Segera Ambil Sikap
-
Stok Bensin dan Gas LPG Aman? Simak 5 Fakta Indonesia Borong Minyak Rusia
-
Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3
-
YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
-
Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
-
Warga Terkaya Tercatat Penerima JKN Bersubsidi, Menkes Janji Benahi Data
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD