- Pemerintah fokus utama operasi kemanusiaan di Sumatra adalah penyelamatan nyawa korban banjir terisolasi akibat lumpuhnya akses logistik.
- Menteri AHY memimpin langsung operasi di Medan, mengerahkan alat berat dan armada udara untuk distribusi bantuan serta perbaikan infrastruktur.
- Sebanyak 28 helikopter gabungan dikerahkan sejak 30 November 2025 untuk evakuasi dan dukungan logistik di wilayah terdampak.
Suara.com - Pemerintah melancarkan operasi kemanusiaan besar-besaran untuk menyelamatkan para korban yang terperangkap dalam bencana banjir dahsyat di Sumatra. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa prioritas utama dan satu-satunya saat ini adalah menyelamatkan nyawa.
Fokus utama pemerintah adalah mengevakuasi warga korban banjir yang terisolasi akibat akses jalan dan logistik yang lumpuh total.
Di saat yang sama, segala sumber daya dikerahkan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, jalur komunikasi, pasokan BBM, dan listrik di wilayah-wilayah terdampak.
AHY telah memerintahkan seluruh kementerian terkait untuk bergerak cepat, mulai dari pengerahan alat-alat berat untuk membuka jalan hingga memaksimalkan operasi armada udara untuk menjangkau lokasi terpencil.
"Dari sisi infrastruktur, saya terus mendorong @kementerianpu untuk segera mengerahkan alat berat membuka akses jalan yang terputus. Saya juga berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan @kemenhub151 untuk memastikan operasional bandara, helikopter, dan armada udara, dengan dukungan TNI–Polri, guna dropping logistik dan bantuan medis," kata AHY melalui akun Instagram resminya, Minggu (30/11/2025).
AHY mengakui medan di lapangan sangat berat. Keterbatasan BBM untuk kendaraan logistik dan genset, kerusakan jaringan listrik vital, hingga kapasitas angkut helikopter yang terbatas menjadi tantangan besar yang membuat distribusi bantuan menjadi sebuah pertaruhan melawan waktu.
"Namun insya Allah, pemerintah akan terus bekerja keras, mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, agar bantuan, perbaikan infrastruktur vital, serta pemulihan layanan dasar dapat segera menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan," tegas AHY.
Untuk memimpin langsung operasi ini, AHY pagi ini telah bertolak ke Medan, Sumatra Utara. Ia menggelar rapat koordinasi darurat bersama BMKG, BNPB, dan seluruh jajaran terkait untuk menyusun strategi penanganan yang lebih efektif.
Dalam rapat tersebut, AHY mengungkap penyebab bencana ini adalah fenomena alam yang sangat langka.
Baca Juga: Jeritan Warga Maninjau Usai Banjir Bandang: Akses Putus Tanpa Listrik, Sembako Melambung Tinggi!
"Dari penjelasan Kepala BMKG dan BNPB, saya mendapatkan informasi bahwa bencana akibat tropical cyclone ini sangat tidak lazim terjadi di Indonesia (terakhir 25 tahun lalu) dan dampaknya melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara (Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal), hingga Sumatera Barat," kata AHY.
Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa kekuatan udara telah dikerahkan secara masif. Hingga 30 November 2025, total 28 helikopter gabungan telah diterjunkan ke lokasi bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
"28 helikopter gabungan ini berasal dari TNI Angkatan Udara, Darat dan Laut, kepolisian, BNPB, dan Basarnas yang dikerahkan pemerintah untuk melakukan distribusi bantuan dan juga evakuasi korban bencana," tulis Teddy dalam unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Selain itu, teknologi modifikasi cuaca juga telah dioperasikan selama tiga hari terakhir dan berhasil mengurangi curah hujan, memberikan celah krusial bagi tim penyelamat.
"Sehingga evakuasi dan pengiriman bantuan logistik dari udara dapat dilakukan dengan cepat," kata Teddy.
Pemerintah memastikan seluruh upaya akan terus dioptimalkan untuk mempercepat proses penyelamatan. "Mulai dari evakuasi, pengiriman bantuan logistik, hingga pemulihan akses," kata Teddy.
Berita Terkait
-
DPR RI Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan ke Daerah Bencana di Sumatera melalui Lanud Halim
-
Jeritan Warga Maninjau Usai Banjir Bandang: Akses Putus Tanpa Listrik, Sembako Melambung Tinggi!
-
Kemenhut Buru Mafia Kayu di Balik Banjir Sumatera, Modus Canggih Terungkap
-
PSI Riau Gerak Cepat Kirim Bantuan Korban Banjir Sumbar
-
Banjir Tapanuli Bawa Gelondongan Kayu, Pemerintah Didesak Investigasi Dugaan Pembalakan Liar
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata
-
Angkat Tema Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!