Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel).
Permintaan maaf ini dilontarkan setelah Suharyanto secara langsung meninjau lokasi bencana dan mengaku terkejut melihat dampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra Utara tersebut yang ternyata sangat dahsyat.
Sebelumnya, Suharyanto sempat menuai kritik karena melontarkan pernyataan bernada meremehkan.
Ia menyebut bencana di tiga provinsi Sumatra (termasuk Sumut) terlihat mencekam bukan karena kondisi riil, melainkan karena informasi yang terlalu banyak berseliweran di media sosial.
Kronologi Permintaan Maaf di Desa Aek Garoga
Permintaan maaf tersebut disampaikan Suharyanto saat ia tiba di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, pada Minggu (30/11/2025).
Keterkejutan Langsung: Untuk mencapai Desa Aek Garoga, Suharyanto harus melewati dua desa terdampak lainnya. Kerusakan di Aek Garoga menjadi yang paling parah dan disaksikan langsung oleh jenderal bintang tiga TNI AD tersebut.
Pengakuan: Suharyanto mengaku tidak pernah membayangkan kerusakan akibat banjir dan longsor di sana luar biasa parah, jauh dari yang ia bayangkan sebelumnya.
"Tapsel (Tapanuli Selatan) saya surprise (terkejut), saya tidak mengira seperti ini. Saya mohon maaf Pak Bupati. Ini, bukan berarti kami tidak peduli begitu. Kami hadir di Tapanuli ini, untuk membantu," kata Suharyanto.
Baca Juga: 604 Orang Meninggal Dunia dalam Bencana Sumatera: Update Terkini
Ia menegaskan bahwa BNPB hadir untuk membantu semua wilayah tanpa membedakan suku, agama, atau ras, dan berjanji akan turun dengan kekuatan penuh.
Sebelumnya, ia mengatakkan bahwa bencana di tiga provinsi Sumatra (Aceh, Sumut, dan Sumbar) saat ini masih berstatus bencana daerah tingkat provinsi, bukan bencana nasional.
Suharyanto sempat menyebut bahwa hanya Tapanuli Tengah yang menjadi fokus serius saat ini, sementara daerah lainnya dianggap relatif membaik.
Ia berpendapat bahwa penetapan status bencana nasional harus berdasarkan pertimbangan skala korban dan kesulitan akses, membandingkannya dengan bencana Tsunami Aceh 2004 dan Covid-19.
"Memang kemarin kelihatannya mencekam ya, kan berseliweran di media sosial, nggak bisa bertemu segala macam. Tapi begitu sampai ke sini sekarang rekan media tadi hadir di lokasi dan tidak hujan," ujar dia.
Sebagai informasi, data terbaru dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) per Senin (1/12/2025) malam menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra terus bertambah hingga mencapai 604 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Lantai 4 Bangunan Asrama Polri Kalideres Terbakar, Atap Runtuh Timpa Mobil Parkir
-
Geledah Rumah Bupati Tulungagung dan Ajudannya, KPK Temukan Dokumen Alat Tekan
-
Iran Tuntut Keadilan Dunia Atas Pembunuhan Pejabat Akibat Serangan Militer Israel
-
Kelola Selat Hormuz, Iran Proyeksikan Pendapatan Hingga Rp258 Triliun
-
Tak Ingin Publik Curiga, TB Hasanuddin 'Wanti-wanti' Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Harus Terbuka
-
Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual
-
Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua
-
Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik
-
Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark