- Parlemen Iran merancang undang-undang pengelolaan Selat Hormuz untuk mengenakan biaya bagi kapal asing yang melintasi jalur tersebut.
- Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pendapatan negara hingga 15 miliar dolar AS sekaligus memperkuat stabilitas nilai mata uang rial.
- Amerika Serikat menentang rencana pungutan tersebut dan tetap menjamin keamanan navigasi kapal non-Iran di wilayah Selat Hormuz.
Suara.com - Parlemen Iran memperkirakan potensi pemasukan negara dari pengelolaan Selat Hormuz dapat mencapai 10 hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp258 triliun, menurut laporan kantor berita ISNA.
Seorang anggota presidium parlemen menjelaskan bahwa saat ini tengah disusun rancangan undang-undang (RUU) yang mengatur mekanisme pengelolaan Selat Hormuz, termasuk rencana penerapan biaya bagi kapal yang melintas.
Selain itu, regulasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat mata uang nasional Iran, rial, dengan mewajibkan kapal asing melakukan pembayaran melalui perwakilan resmi di Iran atau melalui sistem perbankan domestik.
Pada 13 April, Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan mulai memblokade lalu lintas maritim yang keluar masuk pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.
Jalur ini sendiri merupakan salah satu rute energi paling vital di dunia, dengan sekitar 20 persen distribusi minyak, produk olahan minyak, serta gas alam cair global melintasi wilayah tersebut.
Amerika Serikat menegaskan bahwa kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak melakukan pembayaran biaya kepada Teheran.
Hingga kini, otoritas Iran belum secara resmi memberlakukan kebijakan pungutan tersebut, meski wacana penerapannya telah mulai dibahas di tingkat parlemen.
(Antara)
Baca Juga: Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua
Tag
Berita Terkait
-
Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Tolak Laporan 'Amplop' Bupati Kuansing, KPK Segera Panggil Menhut Raja Juli
-
Rilis Forever July, Sunmi Bandingkan Sensasi Jatuh Cinta bak Hujan Deras
-
Bukan Destinasi Wisata! Pesona Mematikan Gunung Anak Krakatau yang Terlarang Bagi Wisatawan
-
Lowongan Kerja BRI Terbaru Juli 2026 untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Link Daftarnya
-
4 Rekomendasi Pelembap Wajah yang Tidak Lengket, Kulit Kenyal dan Terhidrasi
-
Mitsubishi New Xforce Resmi Meluncur, Pakai Hybrid Generasi Terbaru
-
Madura United Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo, Siap Perkuat Lini Belakang
-
Stasiun Pengisian Daya Kendaraan Listrik Cepat Bertambah di Jakarta, Isi Daya Hanya 15 Menit
-
Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung
-
Mau Punya Rumah Murah? Intip Program BRI KPR Solusi dengan Harga di Bawah Pasar