-
Iran menetapkan Islamabad sebagai lokasi tunggal untuk negosiasi nuklir bersama Amerika Serikat.
-
Pakistan dipercaya sebagai mediator karena dianggap netral dan memiliki kredibilitas diplomatik tinggi.
-
Perundingan ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik nuklir dan menghentikan eskalasi militer regional.
Suara.com - Islamabad kini menjadi satu-satunya titik temu diplomatik yang dipercaya Teheran untuk melanjutkan negosiasi krusial dengan Washington.
Langkah ini menandai pergeseran besar dalam geopolitik regional di mana Pakistan memegang kendali penuh sebagai fasilitator netral.
Dikutip dari Anadolu, kehadiran Pakistan dianggap mampu memecah kebuntuan komunikasi yang selama ini kerap terhambat oleh sentimen ketidakpercayaan mendalam.
Dominasi lokasi perundingan ini menunjukkan posisi tawar Pakistan yang semakin menguat di hadapan negara-negara besar dunia.
Teheran secara tegas menutup pintu bagi lokasi lain untuk menghindari campur tangan pihak yang tidak diinginkan.
Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, mengonfirmasi bahwa putaran kedua dialog hanya akan digelar di Islamabad.
Moghadam menilai Pakistan memiliki kredibilitas yang tidak dimiliki oleh negara lain dalam menangani isu sensitif ini.
Keputusan ini diambil berdasarkan rekam jejak Pakistan yang dianggap konsisten dalam menjaga netralitas politik luar negerinya.
Pihak Iran merasa lebih aman menaruh harapan pada Islamabad dibandingkan harus berhadapan langsung tanpa perantara yang kuat.
Baca Juga: Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
"Kami mempercayai Pakistan, bukan Amerika Serikat," katanya saat berbicara pada acara Institut Studi Regional.
Keraguan Teheran Terhadap Janji Amerika
Pernyataan Moghadam mencerminkan luka diplomatik yang dalam akibat kebijakan luar negeri Washington yang dianggap tidak stabil.
Ketidakpastian komitmen dari pihak Amerika Serikat membuat Iran mencari jaminan keamanan melalui pengawasan ketat pemerintah Pakistan.
Moghadam secara blak-blakan menyebut negara paman sam tersebut sebagai entitas yang sudah tidak bisa diandalkan lagi.
Hal inilah yang mendasari penegasan bahwa pembicaraan mendatang tidak akan berpindah ke kota manapun selain Islamabad.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Tak Lagi Gratis, Pemprov DKI Bakal Atur Ulang Skema Pajak Kendaraan Listrik
-
Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
-
Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?
-
Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini
-
Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang
-
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar
-
Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor