- Bareskrim Polri menyelidiki temuan ribuan kayu gelondongan hanyut pasca banjir bandang di Sumatra.
- Tumpukan kayu tersebut memicu dugaan praktik pembalakan liar sebagai pemicu dampak banjir.
- Kejaksaan Agung RI juga menganalisis bencana untuk mencari unsur kesengajaan perusakan lingkungan.
Suara.com - Di tengah duka akibat banjir bandang yang melumpuhkan sebagian wilayah Sumatra, sebuah pemandangan mengerikan memicu amarah publik, ribuan kayu gelondongan tanpa pemilik yang terseret arus hingga menumpuk di pesisir pantai dan sungai.
Kini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri secara resmi turun tangan untuk mengusut tuntas misteri di balik "hutan" yang hanyut tersebut.
Penyelidikan ini menjadi krusial setelah muncul dugaan kuat bahwa tumpukan kayu tersebut merupakan bukti nyata adanya praktik pembalakan liar skala besar, yang disebut-sebut menjadi salah satu pemicu utama mengapa banjir kali ini begitu dahsyat dan merusak.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, mengonfirmasi bahwa timnya saat ini sedang bekerja di lapangan untuk melacak dari mana kayu-kayu berukuran raksasa itu berasal.
Langkah itu adalah pintu masuk untuk mendalami ada atau tidaknya unsur pidana perusakan lingkungan.
"Saat ini belum diketahui asalnya. Sedang penyelidikan," kata Irhamni kepada wartawan, Selasa (2/12/2025).
Fenomena ini pertama kali meledak di media sosial. Video dan foto yang merekam tumpukan kayu gelondongan menggunung di berbagai titik, salah satunya di kawasan Pantai Air Tawar, Padang, pada Jumat (28/11/2025), viral dalam sekejap.
Pemandangan itu seolah menjadi tamparan keras, mengubah duka bencana menjadi kemarahan terhadap para penjarah hutan.
Publik pun ramai-ramai menuding aktivitas illegal logging sebagai biang kerok yang memperparah terjangan banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh.
Baca Juga: Disorot karena Temui Korban Bencana Sumatera Pakai Rompi, Verrel Bramasta: Ini Bukan Anti-Peluru
Hutan yang gundul tak lagi mampu menahan laju air, mengakibatkan banjir bandang yang membawa serta material kayu hasil jarahan.
Keseriusan negara dalam merespons dugaan ini tidak hanya datang dari Kepolisian. Kejaksaan Agung RI juga menyatakan tidak akan tinggal diam.
Korps Adhyaksa kini tengah menganalisis secara cermat, mencoba membedah apakah bencana ini murni akibat anomali cuaca atau ada campur tangan serakah manusia yang membuatnya menjadi lebih fatal.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Anang Supriatna, memberikan sinyal tegas bahwa penegak hukum akan mengambil tindakan jika ditemukan bukti adanya unsur kesengajaan yang merusak daya dukung lingkungan.
"Kita lihat perkembangan berikutnya. Yang ketika nanti ada di situ, ada unsur kesengajaan, pastinya penegak hukum ke depan akan mengambil tindakan hukum," jelas Anang.
Berita Terkait
-
Disorot karena Temui Korban Bencana Sumatera Pakai Rompi, Verrel Bramasta: Ini Bukan Anti-Peluru
-
Anggap Banjir Sumatera Tanda Kiamat Sudah Terjadi, Menko Cak Imin Ajak Raja Juli hingga Bahlil Tobat
-
Dari ISPA hingga Trauma: Ancaman Ganda yang Mengincar Anak di Wilayah Bencana
-
'Nyumbang Sambil Dagang', Klarifikasi Richard Lee Pakai Hasil Jualan untuk Donasi Banjir Sumatra
-
Momen Kepala BNPB Minta Maaf, 'Salah Baca' Dahsyatnya Banjir Sumatra: Saya Surprise
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition
-
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
-
Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan
-
Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan