- Gubernur Pramono Anung peringatkan lurah dan camat untuk tidak melakukan pungutan liar.
- Pelaku pungli tidak akan ditoleransi, sementara pejabat berprestasi akan mendapat promosi.
- Lurah dan camat diinstruksikan untuk hadir langsung melayani masyarakat di lapangan.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan peringatan keras kepada seluruh camat dan lurah di wilayahnya untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) saat memberikan pelayanan kepada warga. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi pejabat yang terbukti melakukannya.
"Saya sungguh berharap jangan ada lagi saya mendengar pungutan-pungutan liar. Sebagai Gubernur, saya tidak akan memberikan toleransi," kata Pramono dalam Townhall Meeting bersama camat, lurah, dan Forkopimcam di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Sebaliknya, Pramono menjanjikan bahwa pejabat yang bekerja dengan baik dan jujur akan mendapatkan kesempatan promosi tanpa dipersulit.
Untuk menggarisbawahi pesannya, Pramono menceritakan pengalamannya yang hampir mempromosikan seorang lurah. Namun, niat itu terpaksa ia urungkan setelah menerima laporan yang kurang baik mengenai lurah tersebut. Ia berharap ke depan tidak lagi mendengar hal-hal negatif dari lapangan.
Lebih lanjut, Pramono menginstruksikan agar seluruh camat dan lurah hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaan. Ia juga meminta mereka untuk berkoordinasi dengan baik dengan media agar informasi layanan publik dapat tersampaikan secara efektif.
“Kalau hubungan ini baik di bawah, saya yakin ini menjadi modal utama kita untuk menghadapi hari-hari kritis ke depan,” tutur Pramono. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!