- DPW PSI Aceh menggunakan drone untuk distribusi bantuan ke wilayah terdampak karena terhambat akses jalan, jembatan amblas, dan longsor.
- Posko utama PSI di Bireuen telah menyalurkan total 2,9 ton beras dan berbagai logistik kepada warga di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.
- Relawan PSI juga melaksanakan evakuasi warga Nagan Raya di Aceh Tengah serta menghadapi kesulitan distribusi manual sebelum menggunakan drone menuju Aceh Tengah.
Suara.com - Ketua DPW PSI Aceh, Zulkarnaini Syeh Joel, mengatakan, penanganan bencana banjir di Aceh beberapa hari terakhir berlangsung dalam kondisi yang sangat menantang.
Akses jalan yang terputus, jembatan amblas, hingga longsor di sejumlah titik membuat distribusi bantuan terhambat. Karena itu, para relawan PSI mengambil langkah tak biasa: menggunakan drone untuk mengirim bantuan ke wilayah yang tak bisa diakses kendaraan.
Zulkarnaini menjelaskan, Posko utama PSI di Bireuen telah menyalurkan 2,9 ton beras, minyak goreng 245 liter, telur 200 papan, air mineral 150 dus, mi instan 160 dus, susu 13 dus, roti, kue, hingga pakaian layak pakai untuk warga terdampak di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.
“Posko utama di Kabupaten Bireuen telah menyalurkan beras sebanyak 2,9 Ton untuk korban berdampak di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen,” katanya kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).
Selain distribusi logistik, relawan PSI juga membantu evakuasi warga Nagan Raya yang terjebak banjir di Aceh Tengah, sebelum dipulangkan melalui jalur darat dari Bireuen menuju Nagan Raya.
Namun tantangan terbesar muncul di jalur distribusi. Relawan harus melintas sungai dengan jembatan yang putus di Kutablang Bireuen, kemudian memikul bantuan melewati jembatan amblas di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli.
Di Bener Meriah, perjalanan makin berat karena jalan longsor memaksa bantuan dipanggul secara manual. Puncak inovasi muncul saat bantuan harus masuk ke Aceh Tengah.
“Untuk barang bantuan yang menuju Aceh Tengah, para relawan menggunakan jasa drone untuk langsir barang akibat jalan yang belum bisa di Akses,” kata Zulkarnaini. Cara itu terbukti efektif, hingga seluruh bantuan PSI tiba selamat setelah perjalanan darat dan udara kecil selama dua hari dua malam.
Selain itu, PSI juga menyalurkan bantuan di Aceh Tamiang, termasuk paket bantuan yang dikirim langsung oleh Ketua Umum PSI.
Baca Juga: Korban Tewas Bencana di Agam Tembus 192 Orang, 72 Masih Hilang
Distribusi air bersih turut dilakukan dengan dukungan para dermawan. Zulkarnaini menegaskan, relawan di lapangan bekerja bersama warga mencari cara agar bantuan tetap sampai.
“Di Aceh Tengah dan Bener Meriah, para relawan bersama warga harus berfikir bagaimana cara nya bantuan harus tiba di kabupaten tujuan, dengan cara pikul barang jalan kaki, serta gunakan drone untuk langsir barang,” jelasnya.
Meski dapur umum telah berjalan di Aceh Tamiang, kebutuhan penyintas masih besar. Mulai dari air bersih, kebutuhan bayi, kebutuhan anak, serta layanan kesehatan. Sementara itu, komunikasi menjadi kendala serius karena jaringan seluler sulit diakses dan listrik masih padam di sebagian besar wilayah.
PSI menargetkan pembukaan dua dapur umum tambahan di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Zulkarnaini juga menyampaikan apresiasi kepada struktur PSI di Sumut dan DPP yang ikut turun langsung membantu penanganan bencana, meski akses menuju Aceh Tamiang sangat terbatas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
63 Persen TPA Masih Open Dumping, Indonesia Darurat Sampah Meski Sudah Dilarang Sejak 2008
-
Jaksa Wira Bantah Intimidasi Amsal Sitepu Pakai Kue Brownies: Itu Murni Kemanusiaan
-
Akhir Pelarian Penyiram Air Keras di Bekasi: Pelaku Ditangkap, Polisi Gelar Ekspose Besok
-
Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum
-
Komisi III DPR Soroti Kasus Amsal Sitepu: Dugaan Intimidasi Jaksa hingga Penahanan Dipertanyakan
-
Pengamat Nilai WFH ASN Tiap Jumat Dorong Efisiensi Energi hingga Ubah Budaya Kerja
-
Ibu Korban Peluru Nyasar Ungkap Klausul Tuntutan kepada Marinir
-
Respons Komentar Trump, China Salahkan Serangan AS dan Israel sebagai Akar Masalah di Selat Hormuz
-
Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik Iran Hingga ke Zaman Batu Jika Negosiasi Gagal Total Pekan Ini
-
Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir