- Kerusuhan brutal terjadi di Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis malam dipicu upaya penagihan utang sepeda motor.
- Dua orang penagih utang (mata elang) tewas akibat pengeroyokan oleh massa yang diperkirakan berjumlah 80 hingga 100 orang.
- Amukan massa mengakibatkan kerusakan signifikan, termasuk pembakaran sembilan kios dan delapan kendaraan dengan kerugian jutaan rupiah.
Suara.com - Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, yang biasanya ramai mendadak berubah menjadi zona mencekam pada Kamis (11/12) malam. Amukan massa yang brutal tidak hanya merusak, tetapi juga merenggut nyawa. Dipicu masalah yang dianggap sepele, kerusuhan ini meninggalkan jejak kehancuran dan duka mendalam.
Berikut adalah deretan fakta mencekam di balik kerusuhan brutal di Kalibata yang berhasil dirangkum.
1. Berawal dari Masalah Utang Sepeda Motor
Akar dari amukan massa ini ternyata adalah masalah utang piutang sepeda motor. Dua orang pria yang berprofesi sebagai penagih utang atau mata elang (matel) mencoba menagih seorang pemilik kendaraan yang kreditnya bermasalah.
"Kami dari sore sampai malam hari ini menangani perkara berawal dari adanya, istilahnya mata elang, mau menagih kendaraan sepeda motor yang indikasinya belum bayar kredit," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, pemilik kendaraan belum menerima pembayaran sepeserpun.
2. Dua Nyawa Melayang Dikeroyok Massa
Upaya penagihan tersebut berakhir tragis. Dua orang penagih utang, yang diidentifikasi berinisial MET dan NAT, menjadi korban pengeroyokan brutal. Satu korban tewas seketika di lokasi kejadian, sementara satu lainnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.
"Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," ujar Nicolas.
Baca Juga: Kronologi 2 Mata Elang Tewas Diamuk Massa di Kalibata, Kios dan Kendaraan Dibakar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto juga mengonfirmasi. "Benar bahwa korban yang kedua meninggal dunia semalam di RS Bhudi Asih," katanya.
3. Amukan 100 Orang, Aparat Sempat Kalah Jumlah
Kerusuhan ini melibatkan massa dalam jumlah besar. Kapolres Metro Jakarta Selatan memperkirakan ada sekitar 80 hingga 100 orang yang datang berkelompok dan melakukan pengeroyokan serta perusakan. Besarnya jumlah massa membuat aparat yang berjaga di awal sempat kewalahan.
"Kami sudah mengantisipasi itu, namun kekuatan pada saat itu tidak sebanding karena tiba-tiba datang kurang lebih 100 orang merusak warung-warung yang ada di sekitar tempat ini," ungkap Nicolas.
4. Sembilan Kios dan Delapan Kendaraan Ludes Dibakar
Massa yang kalap tidak hanya mengeroyok korban, tetapi juga melampiaskan amarah dengan membakar apa saja yang ada di lokasi. Api berkobar hebat, melahap kios-kios pedagang hingga kendaraan yang terparkir.
Berita Terkait
-
Kronologi 2 Mata Elang Tewas Diamuk Massa di Kalibata, Kios dan Kendaraan Dibakar
-
Dua Mata Elang Tewas Dikeroyok di Kalibata, Kericuhan Berlanjut ke Pembakaran Kios dan Kendaraan
-
Malam Mencekam di Kalibata: Mobil dan Kios Dibakar Massa Usai Pengeroyokan Mata Elang
-
Serangan Kilat di Kalibata: Matel Diseret dan Dikeroyok, Pelaku Menghilang dalam Sekejap!
-
Adu Nyali di Kalibata: Mata Elang Tewas Dihajar Kelompok Bermobil Saat Beraksi, Satu Kritis
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan
-
Banding Kasus Chromebook, Pengamat Ingatkan PT Tak Ulur Waktu Tahan Ibrahim Arief
-
Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa, Relawan PROBO Siap Kawal Program Strategis
-
Dari Limbah ke Pasar Dunia, Rahasia Wayan Sudira Ubah Sampah Kayu Laut Jadi Cuan Ekspor
-
Ukir Prestasi, Gus Ipul Apresiasi Siswa Sekolah Rakyat Surakarta
-
Viral Manusia Silver Todong Pisau di Kuta, Polisi Tangkap Pria Asal Bandung
-
Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus
-
Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum
-
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
-
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar