- Dishub DKI Jakarta memeriksa teknis mobil operasional SPPG yang menabrak puluhan siswa di Cilincing pada 11 Desember 2025.
- Pemeriksaan teknis memastikan sistem pengereman utama dan rem parkir mobil tersebut berfungsi baik tanpa kebocoran.
- Kendaraan yang terlibat dalam insiden maut tersebut merupakan unit relatif baru, diproduksi sekitar tahun 2023.
Suara.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membeberkan hasil pemeriksaan teknis kendaraan yang terlibat insiden maut di Cilincing, Jakarta Utara.
Mobil operasional SPPG yang dikemudikan oleh lelaki berinisial AI tersebut sebelumnya menabrak puluhan siswa dan guru pada Kamis (11/12/2025).
Kasatpel UP PKB Cilincing Dishub DKI Jakarta, Dardi Wahyudi, menjelaskan temuan timnya usai melakukan pengecekan mendalam terhadap bangkai kendaraan.
Pihaknya telah merampungkan serangkaian pemeriksaan fisik hingga uji jalan atau road test terhadap kendaraan tersebut.
"Kemarin kami sudah laksanakan pemeriksaan secara fisik ataupun road test terhadap kendaraan tersebut," ujar Dardi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).
Dalam pemeriksaan awal, Dardi menyoroti kondisi volume minyak rem pada tangki reservoir kendaraan itu.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya kekurangan cairan pada sistem hidrolik pengereman.
"Dari sistem pengereman, saya lihat dari pedal rem terus ke reservoir tank untuk minyak rem, tidak ada kekurangan," jelasnya.
Pemeriksaan lantas berlanjut pada jalur distribusi minyak rem ke seluruh roda untuk memastikan ada atau tidaknya kebocoran.
Baca Juga: 10 Saksi Diperiksa, Belum Ada Tersangka dalam Kasus Mobil Berstiker BGN Tabrak Siswa SD Cilincing
Dardi merinci bahwa sistem pengereman mobil tersebut menggunakan paduan cakram di bagian depan dan tromol di bagian belakang.
"Untuk saluran-saluran yang ke remnya itu adalah depan cakram, belakang tromol. Tidak ada kebocoran di selang-selang, baik yang membagi depan kanan kiri, belakang kanan kiri," tutur Dardi.
Berdasarkan fakta-fakta teknis tersebut, Dishub menyimpulkan bahwa sistem pengereman utama mobil berfungsi dengan semestinya saat kejadian.
Dardi pun menegaskan bahwa komponen vital penunjang keselamatan tersebut dalam keadaan layak jalan.
"Jadi kondisi kendaraan untuk sistem pengeremannya bagus. Untuk rem utama," tegasnya.
Tidak hanya rem utama, fungsi rem parkir atau rem tangan kendaraan tersebut juga dinyatakan dalam kondisi prima setelah diuji coba.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi