Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menolak donasi asing dan peningkatan status bencana karena harga diri bangsa, serta memprioritaskan pemulihan cepat.
Gubernur Aceh, Mualem, menyiratkan kesulitan penanganan bencana dan belum banyak bantuan, kontras dengan klaim DPD RI soal kemampuan mandiri negara.
Warganet mengecam Ketua DPD RI, menilainya sombong dan berempati rendah, karena mengutamakan "harga diri bangsa" daripada kebutuhan nyata para korban bencana.
“Terus saya banyak kawan-kawan juga dari Sumatera mereka tidak bantu Sumatera bantu Aceh kita hanya berserah diri kepada Allah apa yang ada kita terima dan kita usaha cuma itu aja,” ucap Mualem.
“Kalau kita bergantung pada manusia kita kecewa tapi kalau kita bergantung kepada Allah ya kita terima semua apa adanya gitu. Kalau kita kufur dan kita ingkar tunggulah azab daripada Allah yang lebih pedih lagi,” katanya sambil mengusap air mata,”
Melihat unggahan itu, netizen pun langsung membanjiri dengan berbagai komentar negatif. banyak yang memberikan hujatan kepada Sultan Bachtiar Najamudin hingga menyebut memiliki empati rendah.
“Sombong bngt sih...kalo ngutang aja...gak mikir harga diri,” cuit @se***ar.
“Gengsi tinggi, empati yg rendah pemerintah kita mah (emoji ketawa),” ungkap @ne***er.
“Harga diri tinggi. Moral rendah(emoji api 3x),” imbuh @go***ia.
“Giliran jual2 pulau, jual2 tanah, nyari investor ampek ngemis2(emoji ketawa 3x),” kata akun @ha***ri.
“REJIM PENUH KETAKUTAN, TANDA KAPAL AKAN TENGGELAM (emoji api 2x),” timpal @uun***yy.
Kontributor : Mira puspito
Baca Juga: Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
Tag
Berita Terkait
-
Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
-
Mampukah Dana Siap Pakai dalam APBN ala Prabowo Bisa Pulihkan Sumatera?
-
Anak Purbaya Betul? Toba Pulp Lestari Tutup Operasional Total, Dituding Dalang Bencana Sumatera
-
Jadi Hiburan Korban Banjir, Komeng Kasih Bantuan ke Sumatera Bareng PMI
-
7 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bogor: Negeri Dongeng Mini hingga Sensasi Tenda Mongolia
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!