- Tim Puslabfor Polri melaksanakan olah TKP kebakaran Pasar Induk Kramat Jati secara kriminalistik di kios Cikurai milik pedagang berinisial S.
- Barang bukti yang diamankan meliputi abu arang, sisa kabel listrik, dan rekaman CCTV yang akan diuji secara digital forensik.
- Pemeriksaan awal telah dilakukan pada Senin, 15 Desember 2025, dan hasil analisis laboratorium akan diserahkan kepada penyidik.
Suara.com - Tim Forensik Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati secara kriminalistik. Dalam proses tersebut, tim menyita sejumlah barang bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada tepat di depan lokasi kejadian.
Plt Kabid Fiskomfor Puslabfor Polri, Kombes Romylus Tamtelahitu, mengatakan olah TKP dilakukan di kios Cikurai milik seorang pedagang berinisial S yang diduga menjadi sumber awal kebakaran. Dari lokasi tersebut, tim mengumpulkan berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa kebakaran.
"Kami melakukan kegiatan olah TKP secara kriminalistik. Kami juga mengumpulkan barang bukti yang ada di tempat kejadian perkara di kios Cikurai milik saudara S," kata Romylus usai melakukan olah TKP di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Ia merinci, barang bukti yang dikumpulkan antara lain abu arang dari kios, sisa kebakaran pada kabel instalasi listrik, serta sisa kebakaran dari lampu penerangan. Romylus juga menyebut kios tersebut bukan bangunan standar.
“Kios ini diinformasikan bukanlah kios biasa, namun didesain tambahan menjadi satu setengah lantai,” ujarnya.
Selain itu, tim forensik juga menaruh perhatian pada rekaman CCTV yang mengarah langsung ke lokasi kebakaran. Menurut Romylus, pihaknya telah berkoordinasi dengan penyidik dan pengelola pasar, PD Pasar Jaya, terkait proses pengamanan rekaman tersebut.
"CCTV di VR-nya akan kami sampaikan kepada penyidik untuk dilakukan penyitaan. Selanjutnya, sesuai dengan prinsip SOP dan chain of custody, akan dilakukan secara protokoler melalui digital forensik karena rekamannya tepat berada di depan tempat kejadian perkara," jelasnya.
Seluruh barang bukti yang telah dikumpulkan selanjutnya akan diuji di laboratorium forensik untuk memastikan temuan awal di lapangan. Hasil pemeriksaan tersebut akan diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Terkait durasi pemeriksaan, Romylus belum dapat memastikan waktu penyelesaian analisis forensik. Menurutnya, saat ini tim baru menyelesaikan pemeriksaan awal di TKP dan masih akan mendalami temuan yang ada.
Baca Juga: Polisi Mulai Olah TKP Pasar Induk Kramat Jati, Warga Dilarang Mendekat
"Hari ini kami sudah melakukan kegiatan pemeriksaan kriminalistik TKP tahap awal, selanjutnya akan kami dalami. Tentu saja kami memiliki SOP untuk pemeriksaan ini. Kami mohon kepada rekan-rekan media dan masyarakat untuk bersabar. Yang pasti, setelah hasilnya keluar akan kami informasikan," ucapnya.
Berita Terkait
-
Polisi Mulai Olah TKP Pasar Induk Kramat Jati, Warga Dilarang Mendekat
-
Polisi Telusuri Kemungkinan Tersangka Baru dalam Kasus Kebakaran Ruko Terra Drone
-
Pasar Jaya Gerak Cepat, Penampungan 350 Pedagang Kramat Jati Siap dalam 3 Hari
-
Toko Plastik Simpan Karbit Diduga Sumber Api Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati
-
Pagi Mencekam di Pasar Kramat Jati, 350 Kios Pedagang Ludes Jadi Arang Dalam Satu Jam
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
Terkini
-
Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal
-
Posko Kemnaker Kebanjiran Aduan, Hampir 1.000 Kasus Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran
-
Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah
-
Alami Luka Bakar 20 Persen, Kemenkes Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan Andrie Yunus di RSCM Gratis
-
Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina
-
Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba
-
Menteri PPPA Beberkan Standar Transportasi Ramah Perempuan dan Anak Saat Mudik Lebaran 2026
-
BNI Tambah Fasilitas Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Pembiayaan Capai Rp25,1 Triliun
-
Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 20 Persen, Penglihatan Mata Kanan Terganggu
-
Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen