- Hamas mengirim surat rahasia tertanggal 15 Maret kepada Ayatollah Khamenei mendorong tindakan militer Iran yang lebih agresif.
- Surat tersebut, terungkap pada 17 Maret oleh KAN News, menyatakan kesetiaan Hamas kepada kepemimpinan Iran menghadapi "Zionis-Amerika."
- Hamas juga mengkritik keras negara-negara Arab Teluk yang menormalisasi hubungan dengan Israel serta berjanji memperkuat Poros Perlawanan.
Suara.com - Hamas, kelompok perlawanan di Gaza Palestina, mengirimkan surat rahasia kepada Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Surat rahasia itu terungkap ke publik lewat lembaga penyiaran publik Israel, KAN News, Selasa (17/3/2026).
Dalam surat tertanggal 15 Maret tersebut, Hamas dilaporkan mendorong Teheran untuk mengambil langkah militer yang lebih agresif dengan mengaktifkan seluruh front pertempuran melawan musuh-musuh mereka.
Laporan ini memicu kegemparan, karena menunjukkan kontras yang tajam antara narasi publik yang dibangun Hamas dengan diplomasi bawah tanah yang mereka jalankan.
Hanya sehari sebelum surat rahasia itu terungkap, tepatnya pada 14 Maret, Hamas mengeluarkan pernyataan publik yang cenderung moderat.
Dalam pernyataan tersebut, mereka secara terbuka meminta Iran untuk berhati-hati agar tidak menyeret negara-negara tetangga di kawasan Teluk ke dalam pusaran konflik.
Namun, isi surat rahasia yang dikirimkan kepada Mojtaba Khamenei menunjukkan nada yang jauh lebih keras dan konfrontatif.
Hamas secara tegas menyatakan niatnya untuk terus mempersenjatai diri, dan tidak akan membiarkan kelompoknya dilumpuhkan oleh tekanan internasional maupun militer.
Surat tersebut secara eksplisit menyatakan kesetiaan total Hamas terhadap kepemimpinan baru di Teheran.
Baca Juga: Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba
“Gerakan Hamas berdiri hari ini dengan seluruh kekuatannya di belakang kepemimpinan Anda ya Rahbar yang bijaksana, dalam menghadapi anarki 'Zionis-Amerika',” tulis Hamas dalam surat rahasia tersebut.
Pernyataan ini dianggap sebagai sinyalemen kuat bahwa Hamas memandang aliansi mereka dengan Iran sebagai pilar utama dalam menghadapi kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Penggunaan istilah "anarki Zionis-Amerika" merujuk pada operasi militer gabungan yang sedang berlangsung, yang oleh banyak analis dikaitkan dengan intensitas serangan udara dan darat di berbagai titik panas Timur Tengah.
Kritik Pedas terhadap Negara-Negara Arab
Salah satu bagian yang paling kritis dalam surat tersebut adalah kecaman Hamas terhadap negara-negara Teluk, yang telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords atau kesepakatan diplomatik lainnya. Bagi Hamas, itu adalah pengkhianatan terhadap Palestina.
Hamas menggambarkan negara-negara Arab tersebut sebagai bagian dari blok yang akan kalah dalam peta persaingan regional.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba
-
Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami
-
Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi