- Gubernur DKI Jakarta menegaskan pedagang Pasar Induk Kramat Jati korban kebakaran tidak direlokasi, tetap di lokasi.
- Pemprov DKI Jakarta akan merenovasi kios terdampak dan membentuk tim investigasi untuk mencari penyebab kebakaran.
- Pasar Jaya menyiapkan tempat penampungan sementara di sisi selatan Kramat Jati dalam tiga hari.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak akan direlokasi ke lokasi lain.
“Yang jelas tetap akan berjualan di Kramat Jati. Tidak (direlokasi), karena mereka juga tidak ingin untuk pindah ke mana-mana,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Senin.
Sebagai bentuk penanganan pascakebakaran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membantu melakukan renovasi terhadap kios-kios yang terdampak. Selain itu, Pemprov DKI juga segera membentuk tim investigasi bersama dinas terkait untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim mengatakan Gubernur DKI Jakarta telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera mengoordinasikan langkah penanganan darurat di lokasi.
Ia menambahkan, distribusi bantuan logistik darurat akan dikoordinasikan bersama Perumda Pasar Jaya dan pihak kelurahan setempat guna memastikan kebutuhan pedagang terdampak terpenuhi.
Sebelumnya, Perumda Pasar Jaya telah menyiapkan langkah cepat dengan membangun tempat penampungan sementara bagi pedagang yang terdampak kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati.
“Kami sedang berkoordinasi untuk menyiapkan tempat penampungan pedagang agar mereka bisa kembali berdagang,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan.
Agus menyebutkan, penampungan sementara tersebut ditargetkan dapat digunakan dalam waktu tiga hari ke depan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan. Lokasi penampungan akan dibangun di kawasan tempat penampungan sementara (TPS) sisi selatan Pasar Induk Kramat Jati.
Pengerjaan penyiapan lokasi dilakukan mulai hari ini dan dikerjakan selama 24 jam. Agus memastikan, meskipun terjadi kebakaran di salah satu blok, aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Induk Kramat Jati secara umum tetap berjalan normal.
Baca Juga: Polisi Periksa 9 Saksi Terkait Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Asal Api Diduga dari Kios Cikurai
Ia menegaskan masyarakat tetap dapat berbelanja, termasuk menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Berita Terkait
-
Polisi Periksa 9 Saksi Terkait Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Asal Api Diduga dari Kios Cikurai
-
Tim Forensik Polri Sita Barang Bukti Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Termasuk CCTV
-
Polisi Mulai Olah TKP Pasar Induk Kramat Jati, Warga Dilarang Mendekat
-
Pasar Jaya Gerak Cepat, Penampungan 350 Pedagang Kramat Jati Siap dalam 3 Hari
-
Toko Plastik Simpan Karbit Diduga Sumber Api Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Akal Bulus Maling di Jakbar: Nginap di Hotel Melati, Gasak Rumah Mewah Rp150 Juta Lewat Balkon
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal
-
IDAI Ingatkan Lonjakan Penyakit Anak di Musim Hujan: Waspada Super Flu hingga Bahaya Zat Kimia
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
-
Kasus Resmi Dihentikan, Hogi Minaya Legowo Tak Tuntut Balik
-
Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka