- BGN meminta Kejaksaan Agung menempatkan seorang jaksa di Inspektorat untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Permintaan ini disampaikan Kepala BGN kepada Jaksa Agung di Jakarta Selatan pada Selasa (17/3/2026) untuk pengawasan internal pusat.
- Mayoritas anggaran MBG (93%) mengalir langsung ke 25.570 SPPG di daerah, sehingga pengawasan tambahan dinilai perlu dilakukan.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Kejaksaan Agung menempatkan seorang jaksa untuk mengisi jabatan di Inspektorat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan internal terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang anggarannya sebagian besar mengalir langsung ke daerah.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, mengatakan permintaan tersebut disampaikan langsung saat bertemu dengan Jaksa Agung RI Burhanuddin dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani di Kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
“Saya juga meminta ada komponen dari Kejaksaan Agung yang akan kami tugaskan untuk ikut menjadi salah satu pejabat di Badan Gizi Nasional,” ungkap Dadan.
Pejabat dari Kejaksaan itu menurut Dadan akan ditempatkan di Inspektorat BGN untuk memperkuat sistem pengawasan di tingkat pusat.
“Terutama di inspektorat, eselon dua,” ujarnya.
Dadan menyebut untuk tahap awal BGN hanya meminta satu orang pejabat dari Kejaksaan Agung untuk mengisi posisi tersebut. Namun ia belum mengungkap siapa sosok yang akan menduduki jabatan itu.
“Nanti setelah dilantik baru saya umumkan,” katanya.
Selain memperkuat pengawasan internal di pusat, BGN juga mendorong keterlibatan jajaran Kejaksaan di daerah dalam memantau pelaksanaan program MBG.
Hal ini dinilai penting karena sebagian besar anggaran BGN disalurkan langsung ke daerah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput
“Seperti diketahui bahwa 93 persen anggaran Badan Gizi Nasional disalurkan untuk bantuan pemerintah makan bergizi,” ujar Dadan.
Dana tersebut disalurkan langsung dari KPPN melalui virtual account ke SPPG di seluruh Indonesia.
Saat ini, kata dia, terdapat 25.570 SPPG yang menjalankan program makan bergizi gratis di berbagai daerah. Setiap SPPG rata-rata menerima anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, terutama di wilayah Jawa dan Sumatera.
“Kecuali untuk daerah-daerah dengan kemahalan tinggi seperti Papua dan daerah timur yang bisa di atas itu,” bebernya.
Dadan menambahkan BGN sebelumnya telah memiliki mekanisme pengawasan melalui Deputi Pemantauan dan Pengawasan serta audit oleh BPKP. Namun dengan besarnya aliran dana di tingkat bawah, pengawasan tambahan dinilai perlu dilakukan.
Dalam kesempatan itu, Dadan juga menyinggung adanya temuan pelanggaran di sejumlah SPPG. Ia menyebut 62 SPPG ditutup sementara karena tidak memenuhi standar menu yang ditetapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
Terkini
-
Meriah dan Penuh Makna, Perayaan 12 Tahun Suara.com Hadirkan Semangat Kebersamaan di Yogyakarta
-
Serangan AS ke Pulau Kharg, Upaya Trump Matikan Pasokan Minyak Iran
-
Dana MBG Mengalir ke Daerah, BGN Libatkan Intel Kejaksaan Perkuat Pengawasan
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Mudik Lebaran Pengaruhi Polusi Udara di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran
-
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap
-
Hidup di Garis Depan Perang! Kakek Israel Ogah Mengungsi: Suara Rudal seperti Drum Orkestra
-
Legislator PKB: Pemotongan Gaji Pejabat adalah Pesan Kepemimpinan Moral di Tengah Krisis Global
-
Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda