- Gideon Rapaport (86) menolak meninggalkan rumahnya di kibbutz Misgav Am, dekat perbatasan Lebanon, meski dihujani serangan roket Hezbollah.
- Ketegangan meningkat akibat serangan roket Hezbollah sebagai dukungan Iran, bahkan menyebabkan dua tentara Israel tewas di dekat lokasi Rapaport.
- Militer Israel terus melanjutkan operasi militer karena Iran menyatakan tidak pernah meminta gencatan senjata resmi terkait konflik tersebut.
Suara.com - Seorang pria lanjut usia di garis depan konflik Israel–Lebanon memilih tetap bertahan di rumahnya meski roket terus melintas di langit.
Gideon Rapaport (86) menegaskan tidak akan meninggalkan kibbutz tempat ia tinggal selama enam dekade di Misgav Am.
Kibbutz tersebut berada hanya beberapa meter dari perbatasan Lebanon. Meski roket dari Hezbollah kerap menghujani wilayah itu, Rapaport bersikeras tetap tinggal di tanah kelahirannya.
“Ini rumah saya dan saya akan tetap di sini,” kata Rapaport dilansir dari The Sun.
“Setiap siang dan malam rasanya seperti orkestra di mana hanya drum yang dimainkan.”
Ia mengaku terbiasa dengan suara ledakan artileri yang terus terdengar dari lembah di bawah rumahnya.
“Mungkin terdengar aneh, tapi kami sudah terbiasa. Bertahun-tahun kami hidup antara perang dan damai,” ujarnya.
Rapaport juga mengingat kisah ayahnya yang melarikan diri dari Rusia dan Jerman sebelum akhirnya menetap di Israel.
“Ayah saya berkata, ‘Keluarga kita tidak akan melarikan diri lagi.’ Jadi kami tidak akan pergi,” katanya.
Baca Juga: Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
Ketegangan di wilayah utara Israel meningkat setelah Hezbollah meluncurkan serangan roket sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.
Konflik tersebut berkembang menjadi salah satu front paling mematikan dalam perang regional yang melibatkan Israel dan Iran.
Militer Israel dilaporkan mengerahkan tank dan artileri berat di sepanjang perbatasan sebagai persiapan operasi darat skala besar.
Serangan roket Hezbollah juga telah menewaskan dua tentara Israel Defense Forces di dekat kawasan tempat tinggal Rapaport.
Di kota lain di Galilea, seorang kontraktor listrik Netanel Efasi mengalami langsung dampak serangan tersebut.
Rumahnya di Hatzor HaGlilit terkena hantaman roket Hezbollah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
'Saya Memang Tukang Lapor!' Firdaus Oiwobo Polisikan Tyo Eks Ketua BEM UGM Usai Kritik Prabowo
-
Kecelakaan Pesawat Militer AS B-52 Stratofortress, 8 Orang Awak Tewas
-
Bongkar Alasan Geruduk Menteri, SEMA UGM: Mereka Banyak Mengibul dan Khianati Rakyat!
-
Dipukul dan Dilempar Air saat Diskusi UGM Ricuh, Sudaryono: Kami Tidak Kabur, Malah Duduk di Aspal!
-
Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli
-
Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba
-
Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee
-
'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza
-
China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz
-
Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan