- Korban disekap dan diperas oleh komplotan polisi gadungan bersenjata api di ATM Mall Pondok Gede, Bekasi.
- Kejadian pada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 17.00 WIB mengakibatkan kerugian uang Rp4,2 juta dan motor hilang.
- Pelaku mengancam korban untuk mendapatkan PIN m-banking, kini kasus ditangani Polsek Pondok Gede dan pelaku diburu.
Suara.com - Seorang pria menjadi korban penyekapan dan pemerasan komplotan polisi gadungan bersenjata api di ATM salah satu bank BUMN di Mall Pondok Gede, Bekasi. Dalam kejadian itu, pelaku menguras uang korban hingga Rp4,2 juta dan membawa kabur sepeda motor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban yang merupakan kekasih mahasiswi bernama Rismalia (21) hendak menarik uang tunai di ATM. Di lokasi, korban kemudian didatangi seorang perempuan yang diduga menjadi bagian dari komplotan.
“Lalu ada cewe 1 orang deket ATM manggil saya dan saya samperin,” tulis korban dalam unggahan kronologi di akun Instagram @makasarkita.
Tak lama kemudian, tiga pria menghampiri korban dari belakang dan langsung melumpuhkannya.
“Tiba-tiba ada 3 orang dari belakang yang langsung memiting leher saya dan dituduh saya melakukan transaksi ilegal,” lanjut korban.
Ketiga pria tersebut mengaku sebagai anggota Polda Metro Jaya. Korban kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil dan dibawa berkeliling ke arah Ceger hingga Taman Mini. Dalam peristiwa itu, tas, dompet, ponsel, serta kunci sepeda motor korban dirampas.
Di dalam mobil, korban dituduh membawa obat penggugur kandungan. Para pelaku juga berupaya memeras korban dengan meminta uang tebusan.
“Tiba-tiba perempuan ini bilang bakal ditebus sama pacarnya karena pacarnya orang angkatan,” ungkap korban.
Pelaku kemudian menghubungi keluarga korban dan meminta uang sebesar Rp5 juta, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Baca Juga: KPK Periksa Enam Saksi Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikat K3 di Kemnaker
Korban sempat meminta dibawa ke kantor polisi, tetapi ditahan di dalam mobil hingga pukul 21.00 WIB. Di bawah ancaman pistol yang dibawa salah satu pelaku, korban akhirnya dipaksa menyerahkan PIN M-Banking rekening Mandiri, BCA, serta akun DANA miliknya.
“Lalu semua uang yang ada di M-Banking saya total 4,2 juta ludes diambil sama pelaku,” tulisnya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, korban dilepaskan dan kembali ke Mall Pondok Gede menggunakan ojek online. Namun, setibanya di lokasi, sepeda motor Honda Scoopy Stylish Silver miliknya telah hilang.
Dari hasil pengecekan rekaman CCTV, motor tersebut diketahui diambil oleh perempuan yang sebelumnya menghampiri korban sekitar pukul 19.30 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto telah membenarkan adanya kejadian tersebut. Kasus ini menurutnya tengah ditangani Polsek Pondok Gede.
Penyelidik, kata dia, juga telah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi, serta mengamankan rekaman CCTV.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini