- Wapres Gibran meninjau langsung warga Desa Sifalago Gomo pada Minggu (21/12/2025) mendesak pembangunan jembatan gantung.
- Realisasi jembatan di atas Sungai Gomo menjadi prioritas guna menjamin keselamatan dan akses pendidikan ratusan siswa.
- Pembangunan harus ditangani terpadu memperhatikan geografi untuk memastikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Suara.com - Nasib ribuan warga, termasuk ratusan siswa sekolah di Desa Sifalago Gomo, Nias Selatan, yang setiap hari harus menantang maut menyeberangi Sungai Gomo, mendapat perhatian serius dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Saat meninjau langsung lokasi pada Minggu (21/12/2025), Gibran meminta agar rencana pembangunan jembatan gantung di atas sungai tersebut tidak lagi ditunda-tunda.
Wapres Gibran menekankan bahwa realisasi jembatan ini harus menjadi prioritas utama dan mendesak untuk segera dieksekusi.
"Saya telah meminta rencana pembangunan jembatan tersebut segera ditindaklanjuti secara terpadu," ujar Gibran dalam keterangannya sebagaimana dilansir Antara.
Pembangunan jembatan ini, menurut Gibran, bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan sebuah urat nadi vital yang akan menjamin keselamatan warga, menjaga keberlangsungan akses pendidikan bagi anak-anak, serta memutar roda aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kondisi Sungai Gomo yang debit airnya sering tak terduga menjadi momok menakutkan bagi warga. Gibran menilai, pembangunan jembatan gantung adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi.
Akses yang sangat terbatas dan penuh risiko telah berulang kali mengganggu aktivitas harian masyarakat di wilayah tersebut, terutama saat musim penghujan tiba.
Fakta di lapangan menunjukkan betapa krusialnya jembatan ini. Gibran menuturkan bahwa sekitar 60 persen siswa SMKN 1 Boronadu tinggal di seberang Sungai Gomo.
Setiap hari, perjalanan mereka menuju sekolah sangat bergantung pada "mood" alam, sebuah pertaruhan yang seharusnya tidak dialami oleh para generasi penerus bangsa.
Baca Juga: Gibran ke Korban Bencana Aceh: Tunggu ya, Kami Pasangkan Starlink
Ketika Sungai Gomo meluap, dampaknya bisa sangat parah. Sedikitnya empat desa berpotensi terisolasi total dari akses utama, melumpuhkan segala aktivitas dan membuat warga terkurung di wilayah mereka.
Dalam peninjauannya, Wapres Gibran juga memberikan catatan teknis. Ia menekankan perlunya penanganan pembangunan jembatan dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan secara detail kondisi geografis dan aspek keselamatan tingkat tinggi.
Tujuannya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat.
"Sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat," kata Gibran.
Kunjungan Gibran ke Kabupaten Nias Selatan pada Minggu ini merupakan bagian dari agenda kerjanya di Provinsi Sumatera Utara.
Fokus utamanya adalah memastikan percepatan pembangunan infrastruktur, pemerataan layanan dasar, serta penanganan wilayah yang terdampak bencana.
Berita Terkait
-
Wapres Gibran Minta Mahasiswa ke IKN: Nilai Sendiri Kota Hantu atau Bukan
-
Gibran ke Korban Bencana Aceh: Tunggu ya, Kami Pasangkan Starlink
-
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet, Prioritaskan Penanganan Bencana dan Kesiapan Nataru
-
Kantor Wapres Beres Akhir Tahun Ini, Gibran Sudah Bisa Ngantor di IKN Mulai 2026
-
Wapres Gibran Puji Aksi Masyarakat Berdonasi, Mensos Malah Singgung Izin?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas
-
Detik-detik Gempa Venezuela Mengguncang Pesawat di Bandara Simon Bolivar
-
Pendanaan MBG Dinilai Langgar Konstitusi, BEM UI Ajukan Amicus Curiae ke MK
-
BPKH Buka Rekrutmen Terbuka 2026: Sediakan 9 Posisi Strategis, Cek Syaratnya di Sini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?