- Mendagri Tito Karnavian mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatera, membawa solusi percepatan penanganan korban.
- Mendagri menekan perusahaan perkebunan di Aceh Tamiang agar menyediakan lahan HGU untuk pembangunan hunian tetap korban.
- Kunjungan menteri dinilai penting untuk pemulihan psikologis korban sekaligus menyerap kebutuhan riil keberlanjutan ekonomi mereka.
Suara.com - Langkah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian turun langsung ke lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatra dinilai membawa angin segar dan percepatan penanganan bagi para korban.
Analis politik melihat ada ketegasan dan solusi konkret yang dibawa, terutama soal penyediaan hunian tetap (Huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana Sumatra.
Analis politik dari Universitas Bung Karno (UBK), Faisyal Chaniago, menyoroti kunjungan kerja Mendagri Tito ke sejumlah titik terdampak parah seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Aceh Tamiang.
Menurutnya, penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada Tito bukanlah tanpa alasan kuat.
Faisyal menilai, rekam jejak Tito sebagai mantan Kapolda di Papua dan DKI Jakarta memberinya keunggulan dalam memetakan persoalan kewilayahan secara cepat dan akurat.
Kemampuan ini terlihat dari gerak cepat Tito dalam merancang solusi lintas kementerian, menggalang dukungan antar-pemda, hingga melibatkan lembaga kemanusiaan.
Menurut Faisyal, kecepatan ini krusial mengingat kondisi darurat yang dihadapi para korban bencana.
“Dalam penanganan bencana di Sumatera, pemerintah harus bergerak cepat karena ini menyangkut kelangsungan hidup manusia. Masyarakat terdampak bencana kehilangan ladang, ternak, dan sumber penghidupan lainnya,” ujar Faisyal, Rabu (24/12/2025).
Salah satu gebrakan yang paling disorot Faisyal adalah ketegasan Mendagri Tito saat berada di Aceh Tamiang.
Baca Juga: Ancaman Wabah Mengintai Pengungsi Bencana Sumatra, Pakar Ingatkan Risiko ISPA hingga Kolera
Di sana, Tito secara terbuka menekan perusahaan perkebunan untuk ikut bertanggung jawab dengan menyediakan sebagian lahan Hak Guna Usaha (HGU) mereka untuk pembangunan Huntap bagi korban.
Ancaman untuk mengevaluasi hingga mencabut izin HGU bagi perusahaan yang tidak peduli dinilai sebagai langkah strategis dan berani dari pemerintah pusat.
“Perintah Presiden jelas, membantu rakyat adalah nomor satu. Jika ada pihak yang tidak mau membantu, tentu akan dievaluasi izinnya. Saya akan mengusulkan pencabutan HGU apabila tidak peduli kepada rakyat, karena selama ini perusahaan telah banyak menikmati kekayaan bumi Indonesia,” ujar Menteri Dalam Negeri saat rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Bupati Aceh Tamiang.
Faisyal menegaskan, sikap tegas semacam ini sangat diperlukan. Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang terjadi tidak lepas dari adanya kerusakan ekosistem, di mana pelaku usaha seringkali menjadi bagian dari masalah.
“Jika pemerintah tidak bertindak tegas, dapat muncul persepsi negatif di masyarakat, seolah-olah pemerintah melindungi pelaku perusakan lingkungan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar membangun kembali rumah yang hancur, Faisyal juga menekankan pentingnya memikirkan keberlanjutan ekonomi para korban.
Kunjungan langsung seorang menteri, menurutnya, tidak hanya strategis untuk memulihkan psikologis warga, tetapi juga untuk menyerap kebutuhan riil di lapangan yang tidak selalu sama di setiap daerah.
“Oleh karena itu, selain perbaikan infrastruktur, pemerintah juga perlu memperhatikan keberlanjutan ekonomi masyarakat karena sumber penghidupan mereka telah hancur,” katanya.
Berita Terkait
-
Ancaman Wabah Mengintai Pengungsi Bencana Sumatra, Pakar Ingatkan Risiko ISPA hingga Kolera
-
Mendagri dan Menko PMK Bahas Kebutuhan Masyarakat Aceh Tamiang dan Aceh Timur Pascabencana
-
Pemprov DKI Kirim 27 Ton Bantuan ke Korban Bencana Sumatera
-
Pemulihan Sumatra hingga Kampung Haji, Ini 3 Arahan Prabowo di Hambalang
-
Berempati Bencana Sumatra-Aceh, Big Bang Festival 2025 Tiadakan Pesta Kembang Api
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI
-
Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari
-
Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata
-
7 Kebiasaan yang Bikin AC Boros Listrik, Sering Menyalakan dan Mematikan Salah Satunya
-
Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja
-
Dari Balap Karung ke Mobile Legends, Transformasi Tradisi di Tangan Gen Z
-
Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih
-
Tabrakan Kereta Barang vs Kereta Penumpang 19 Orang Jadi Korban di Kroasia