- Kerusakan pascabencana di Sumatra menyebabkan lebih dari satu juta pengungsi berisiko tinggi penyakit menular seperti ISPA dan gangguan cerna.
- Pakar kesehatan mengidentifikasi tiga kelompok penyakit utama pascabencana yaitu yang ditularkan melalui air, makanan, dan udara.
- Pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana sangat bergantung pada ketersediaan SDM, obat-obatan, dan restorasi fasilitas sektor lain.
Suara.com - Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga membawa dampak serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Dengan jumlah pengungsi yang telah lebih dari satu juta orang serta rusaknya fasilitas umum dan tempat tinggal, risiko munculnya berbagai penyakit menular kini menjadi ancaman nyata.
Pakar kesehatan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, penanganan kesehatan di wilayah bencana saat ini menghadapi tantangan berlapis.
Penyakit yang muncul di lapangan, kata dia, dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis utama, yakni penyakit yang ditularkan melalui air (water-borne disease), makanan (foodborne disease), dan udara (air-borne disease).
"Data dari lapangan kini sudah menunjukkan banyaknya kasus ISPA, gangguan saluran cerna, keluhan di kulit dan lainnya," kata Tjandra dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Ia menegaskan, kondisi higiene dan sanitasi yang belum terjamin di lokasi pengungsian membuat potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular semakin besar.
Beberapa penyakit yang perlu diantisipasi antara lain leptospirosis yang kerap berkaitan dengan banjir, gangguan pencernaan akibat Salmonella Typhi dan Vibrio cholerae, hepatitis A, penyakit parasit, hingga demam berdarah dengue dan malaria.
Tak hanya penyakit menular akut, Tjandra juga mengingatkan pentingnya pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit kronis yang kondisinya berpotensi memburuk akibat situasi bencana.
Menurut Tjandra, fasilitas kesehatan harus segera beroperasi meski dalam kondisi serba terbatas. Tiga faktor utama yang menjadi penentu ialah ketersediaan sumber daya manusia atau petugas kesehatan, alat kesehatan dan obat-obatan, serta sarana dan prasarana gedung berikut penunjangnya seperti listrik dan transportasi.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya segera memulai proses perbaikan dan restorasi fasilitas pelayanan kesehatan yang rusak akibat bencana.
Baca Juga: Pemulihan Sumatra hingga Kampung Haji, Ini 3 Arahan Prabowo di Hambalang
Mengacu pada Jurnal Ilmiah Nature tahun 2025, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan bahwa pelayanan rumah sakit pascabanjir dapat berlangsung hingga 210 hari setelah bencana terjadi.
"Artinya, perlu ketahanan atau resiliensi kesehatan yang kokoh," imbuhnya.
Tjandra juga menegaskan bahwa persoalan kesehatan pascabencana tidak bisa diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Menurutnya, pemulihan kesehatan masyarakat sangat bergantung pada pemulihan sektor lain.
"Kalau tempat tinggal belum tersedia, lapangan kerja belum ada, sekolah masih terbatas, transportasi juga belum lancar maka masyarakat tentu belum akan dapat hidup tenang dan belum akan mendapat derajat kesehatan yang baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total