- Menteri Sekretaris Negara memastikan dokumen kependudukan korban bencana di Sumatra gratis berdasarkan arahan Presiden.
- Kebijakan gratis ini meliputi KTP, KK, dan akta kelahiran yang rusak akibat bencana alam di wilayah tersebut.
- Mendagri diminta mengawasi proses penerbitan dokumen agar transparan dan menghindari penyalahgunaan oknum.
Suara.com - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memastikan pengurusan dokumen kependudukan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra tidak dipungut biaya. Kebijakan ini diterapkan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Atas petunjuk Bapak Presiden, seluruh pengurusan kembali dokumen milik masyarakat diminta untuk tidak dipungut biaya,” ujar Pras saat berada di posko penanganan bencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Pras menjelaskan bahwa langkah ini mencakup seluruh dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat bencana, seperti KTP, KK, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya. Pemerintah menekankan bahwa masyarakat terdampak tidak perlu membayar biaya administrasi apapun.
Selain itu, Pras meminta agar Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, ikut mengawasi pelaksanaan penerbitan dokumen ini agar prosesnya berjalan transparan dan tepat sasaran.
“Kami mohon Bapak Mendagri melakukan monitoring dan pengawasan, supaya tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi ini,” tambah Pras.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah berharap dengan kemudahan pengurusan dokumen, warga dapat segera mengakses layanan publik, bantuan sosial, dan fasilitas lainnya tanpa kendala administratif.
Pihak kementerian juga menyiapkan posko layanan dokumen darurat di wilayah terdampak dan menggandeng pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan proses cepat, aman, dan gratis bagi seluruh warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Rudal Iran Hantam Fasilitas Kimia Israel, Ancaman Gas Beracun Picu Kepanikan
-
Bawa Buku Paradoks Indonesia, Diaspora di Tokyo Ungkap Kesan Haru Bertemu Presiden Prabowo
-
Prajurit Gugur di Lebanon, DPR Desak Evaluasi Misi Perdamaian TNI
-
Subsidi Energi Bersih Lebih Banyak Dinikmati Orang Kaya, Studi Ungkap Ketimpangan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
Malaysia Bela Palestina dan Iran, Tangkap 8 Warga Israel yang Nyasar karena AI
-
Momen Hangat, Anak Diaspora Indonesia di Jepang Sambut Prabowo
-
Legislatif Jadi Sorotan: Kepatuhan LHKPN Baru 55 Persen, KPK Ingatkan Keteladanan Wakil Rakyat
-
Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta
-
Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo