- Bupati Aceh Utara, Ayahwa, mengeluh kepada pimpinan DPR RI mengenai minimnya perhatian nasional terhadap banjir parah di wilayahnya.
- Isolasi digital karena putusnya listrik dan sinyal menyebabkan bencana Aceh Utara kurang terekspos, berbeda dengan daerah lain.
- DPR RI membentuk posko Satgas Pemulihan Pascabencana yang akan berkantor di Aceh untuk memastikan penanganan bencana terintegrasi.
Suara.com - Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, mencurahkan isi hatinya alias curhat kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Ayahwa, dalam rapat Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kota Banda Aceh, pekan lalu, tak kuasa menahan kesedihan ketika daerahnya dihantam banjir bandang.
Ia menyebutkan kabupaten yang dipimpinnya seolah menjadi wilayah yang terlupakan dalam peta bencana nasional, hanya karena satu alasan teknis yang ironis: tidak adanya koneksi internet untuk membuat bencana tersebut "viral" di media sosial.
Isolasi Digital yang Berujung Maut
Pekan pertama banjir besar melanda, Aceh Utara lumpuh total. Akses komunikasi terputus dan aliran listrik padam sepenuhnya.
Kondisi ini membuat jeritan minta tolong warga tidak mampu menembus riuhnya algoritma media sosial yang biasanya menjadi pemantik respons cepat pejabat di Jakarta.
"Ada 25 kecamatan daerah kami kebanjiran. Dua kecamatan lainnya longsor. Korban jiwa mencapai 213 orang. Belum lagi listrik padam. Tapi kami tidak viral, sehingga nasional tidak tahu ada banjir di Aceh Utara," kata Ayahwa.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa Aceh Utara mencatat jumlah korban jiwa terbanyak dibandingkan wilayah lain di Aceh, yakni mencapai 213 orang.
Namun, ketiadaan dokumentasi yang masif di platform digital membuat urgensi penanganan di wilayah ini kalah pamor dibanding daerah tetangga.
Baca Juga: Ini 3 Poin yang Dihasilkan Dari Rapat Kordinasi DPR-Pemerintah Pascabencana di Aceh
Ia menambahkan, viralnya jembatan putus di Bireuen atau terendamnya pusat kota di Aceh Tamiang membuat bantuan mengalir deras ke sana. Sementara di Aceh Utara, warga bertaruh nyawa dalam kesunyian tanpa sorotan kamera.
"Sinyal ponsel mati, kami hanya bisa melihat saja, rumah hanyut, masjid, manusia hanyut. Kami hanya bisa lihat dari atap meunasah (musala)," beber dia.
Ayahwa menambahkan, minimnya publikasi membuat pejabat pusat seolah menutup mata terhadap bencana di Aceh Utara.
"Mohon maaf bukan saya kasar, tapi ini curahat hati saya," kata dia.
DPR berkantor di Aceh
Merespons curahan hati yang mendalam tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang memimpin rapat koordinasi tersebut, langsung mengambil langkah konkret.
Berita Terkait
-
Ini 3 Poin yang Dihasilkan Dari Rapat Kordinasi DPR-Pemerintah Pascabencana di Aceh
-
Pilunya Bupati Aceh Utara: Warga Kami Hanyut tapi Tidak Viral
-
Dasco Tegaskan Satgas DPR RI Akan Berkantor di Aceh untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
-
Pimpinan DPR Gelar Rapat Koordinasi Besar di Aceh, Matangkan Langkah Pemulihan Pascabencana 2026
-
Bikin Acara Istighosah, Gus Miftah Paksa Gus Ipul dan Gus Ipang Wahid Rogoh Kocek Sendiri
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang
-
Tinggi Air Pintu Pasar Ikan Turun, Genangan Rob di Depan JIS Ikut Surut
-
Luka Lama di Tahun Baru: Saat Pesta Rakyat Jakarta Berubah Jadi Arena Tawuran
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini, DPR: Selamat Menikmati!
-
Ikrar Nusa Bakti Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet
-
Roy Suryo Siapkan Gibran Black Paper, Soroti Riwayat Pendidikan hingga Legalitas Ijazah Wapres
-
KPK soal Kepala Daerah Dipilih DPRD: Tekan Biaya Politik, Cegah Korupsi
-
Tabrak Lari di Tambora Tewaskan Dua Orang, Mobil Pelaku Ringsek Ditabrak Kereta
-
Pesepeda Luka Kepala Ditabrak Mobil Listrik di Jalan Sudirman
-
Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor