- Mensos tinjau korban banjir di Kalsel, pastikan kebutuhan darurat terpenuhi.
- Pemerintah siapkan santunan Rp15 juta untuk ahli waris korban meninggal dunia.
- Bantuan hunian, isian rumah, dan jaminan hidup juga akan disalurkan.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul meninjau langsung para pengungsi korban banjir di Puskesmas Desa Keramat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (4/1/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi 218 warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Gus Ipul menyatakan, pemerintah memastikan penanganan darurat berjalan melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Banjar, serta TNI dan Polri.
“Kita lihat saudara-saudara kita yang masih ada di pengungsian. Ini kerja sama antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, tentu dibantu TNI dan Polri,” kata Gus Ipul.
Selama masa tanggap darurat, Kemensos telah menyalurkan berbagai bantuan logistik, mulai dari makanan siap saji, tenda, kasur, hingga layanan dukungan psikososial.
Rangkaian Bantuan Lanjutan Disiapkan
Gus Ipul juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan serangkaian bantuan lanjutan yang akan disalurkan setelah fase darurat selesai. Bantuan tersebut meliputi:
- Santunan: Sebesar Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia dan Rp5 juta bagi korban luka berat.
- Hunian: Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) akan dilakukan bagi warga yang rumahnya rusak berat.
- Bantuan Isian Rumah: Sebesar Rp3 juta per keluarga untuk membeli perabotan.
- Jaminan Hidup: Sebesar Rp450 ribu per orang per bulan, yang akan diberikan selama tiga bulan.
- Bantuan Pemberdayaan Ekonomi: Sebesar Rp5 juta per keluarga.
"Bantuan isian rumah dan pemberdayaan ekonomi diberikan satu kali, sementara jaminan hidup diberikan selama tiga bulan," jelasnya.
Seluruh penyaluran bantuan ini akan didasarkan pada data hasil asesmen bersama antara Kemensos, BNPB, dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Pulihkan Akses Pasca Banjir Bandang, Polisi Bangun Jembatan Darurat di Padang Pariaman
Berdasarkan data awal Pemerintah Kabupaten Banjar, lebih dari 1.000 keluarga atau sekitar 4.000 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami