- Menko PM Muhaimin Iskandar mengingatkan direksi BPJS jaga anggaran operasional tahunan lebih dari Rp5 triliun.
- Pimpinan baru BPJS diminta disiplin kendalikan biaya operasional dan hindari pemborosan seremonial tidak perlu.
- Pengawasan diperkuat untuk cegah potensi kecurangan seperti klaim fiktif demi jaga kepercayaan publik.
Suara.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyoroti besarnya anggaran operasional penyelenggaraan jaminan sosial yang dikelola BPJS, mencapai lebih dari Rp5 triliun setiap tahun. Ia mengingatkan direksi dan dewan pengawas yang baru dilantik agar menjaga penggunaan anggaran secara disiplin serta menghindari pemborosan.
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin usia menggantikan Presiden Prabowo Subianto dalam pelantikan jajaran Dewan Pengawas dan Direksi baru BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan periode 2026–2031.
“Setiap tahun kita mengeluarkan dan memiliki anggaran operasional BPJS lebih dari 5 triliun. Setiap rupiah itu adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” kata Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan pimpinan baru harus mampu mengendalikan biaya operasional sesuai koridor regulasi serta memastikan pengeluaran dilakukan secara disiplin.
“Tidak boleh lagi ada pemborosan dan acara-acara seremonial,” imbuhnya.
Cak Imin juga menekankan pentingnya tata kelola manajemen risiko yang profesional dan transparan, termasuk dalam pengelolaan investasi BPJS. Menurutnya, strategi investasi harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan mengambil manfaat maksimal.
Selain efisiensi anggaran, ia meminta pengawasan terhadap potensi kecurangan diperkuat. Beberapa risiko yang disorot antara lain klaim fiktif, manipulasi layanan, hingga penyalahgunaan kepesertaan.
“Pengawasan terhadap potensi fraud harus diperkuat, termasuk munculnya klaim fiktif, manipulasi layanan, dan penyalahgunaan kepesertaan,” katanya.
Cak Imin mengingatkan penguatan tata kelola tidak boleh dikorbankan demi ekspansi program jaminan sosial. Menurutnya, keberlanjutan sistem sangat bergantung pada integritas pengelolaan dan kepercayaan publik.
Baca Juga: Verifikasi Data BPJS PBI Dimulai, Pemerintah Dahulukan Pasien Katastropik dalam Ground Check
“Kita tidak boleh hanya mengejar ekspansi tanpa menjaga integritas dan keberlanjutan sistem. Kepercayaan publik adalah fondasi utama jaminan sosial kita. Tanpa kepercayaan, sistem sebesar apa pun akan runtuh,” tegasnya.
Ia pun meminta pimpinan baru BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan menjalankan amanah konstitusi secara serius serta memastikan sistem jaminan sosial tetap dipercaya masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jejak Rolex Bupati Pekalongan di INTime Senayan City, KPK Periksa Manajer Toko Irwan Mussry
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
-
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
-
Noel Ogah Ucapkan Terima Kasih ke Pimpinan KPK: Muak, Licik Seperti Bocil
-
Bukan Hanya Islam, Indro Warkop Ajak Semua Agama Bersatu Bela Palestina
-
Tak Terima Dituduh Menyekap dan Todong Senjata, Hercules Laporkan Balik Putri Ahmad Bahar ke Polisi!
-
Kumpulkan Calon Jenderal di Bandung, Prabowo Beri Instruksi Strategis dalam Taklimatnya
-
Begal Urusan Polisi Bukan TNI! Koalisi Sipil Kritik Keras Watak 'Over-Reactive' Negara
-
SNBT 2026 Meledak! Nyaris 900 Ribu Orang Rebutan Kursi PTN, Masih Berani Bersaing?
-
Tok! Habiburokhman Pegang Kendali Panja Revisi UU Polri, Ini Daftar Lengkap Anggotanya