- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, membentuk Satgas Pemulihan Pascabencana yang berkantor di Aceh untuk memangkas birokrasi.
- Melalui inisiatif ini, Satgas DPR berhasil mendorong tambahan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Aceh sebesar Rp1,63 triliun.
- Pengawasan langsung Dasco di lapangan turut memengaruhi Presiden Prabowo untuk lebih progresif dalam membuka bantuan asing dan percepatan pembangunan hunian.
Suara.com - Langkah taktis dan tidak biasa diambil oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dalam menangani krisis pascabencana di Aceh dan Sumatera.
Alih-alih melakukan pengawasan dari meja rapat di Senayan, Dasco membuat gebrakan dengan menghadirkan Satgas DPR Pemulihan Pascabencana yang berkantor langsung di Aceh.
Langkah ini terbukti efektif dalam memangkas birokrasi dan memastikan bantuan pusat tepat sasaran di titik nol bencana.
Kehadiran Satgas bentukan Dasco ini disebut-sebut sebagai motor penggerak utama, di balik perubahan sikap Presiden Prabowo Subianto yang kini tampil jauh lebih pro-kemanusiaan dan progresif.
Keputusan Presiden untuk membuka pintu bantuan asing hingga menaikkan anggaran pemulihan menjadi Rp60 triliun, diyakini merupakan hasil dari suplai informasi yang akurat dan berbasis fakta lapangan yang dikawal langsung oleh Dasco.
1. Memotong Jalur Birokrasi yang Berbelit
Salah satu masalah klasik dalam penanganan bencana di daerah adalah lambannya koordinasi antara pemerintah daerah dengan pusat akibat kendala administratif.
Menyadari hal tersebut, Sufmi Dasco melakukan langkah berani dengan "mengikat" eksekutif pusat.
Ia memerintahkan penempatan Person in Charge (PIC) dari kementerian terkait untuk menetap di Aceh.
Baca Juga: Ketika Jalan di Sumatra Kembali Terbuka
Strategi ini bertujuan agar jalur koordinasi tidak lagi tersumbat oleh urusan surat-menyurat ke Jakarta yang memakan waktu lama.
Dengan adanya PIC di lapangan, pengambilan keputusan bisa dilakukan dalam hitungan jam, bukan hari.
Dasco cukup jeli melihat bahwa dalam kondisi darurat, kehadiran fisik pejabat yang memiliki otoritas di lokasi bencana adalah kunci utama keberhasilan pemulihan.
Melalui mekanisme Rapat Satgas DPR di Aceh, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga pun “dipaksa” untuk duduk bersama dan mendengar langsung keluhan serta aspirasi dari Gubernur Aceh dan para Bupati.
Ruang dialog langsung ini memberikan kesempatan bagi pimpinan daerah untuk melaporkan kebutuhan riil tanpa ada informasi yang terdistorsi saat sampai ke pusat.
2. Sukses Tambahan Anggaran Rp1,63 Triliun
Berita Terkait
-
Ketika Jalan di Sumatra Kembali Terbuka
-
Aceh Tamiang Bergembira, Akses Jalan dan Jembatan Kembali Dibuka
-
Pelan-pelan Sembuh: Catatan Pemulihan Akses di Sumatera
-
Danantara Siap Gas 5 Proyek Hilirisasi Rp 100 Triliun, Mulai Dibangun Februari
-
Pulihnya Akses Penghubung, Hidupkan Harapan Aceh dan Sumatra
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina