- Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan proyek hilirisasi kepada Presiden Prabowo pada 4 Januari 2026.
- Proyek hilirisasi lima titik akan mulai Groundbreaking Februari mendatang dengan investasi total USD 6 miliar.
- Selain hilirisasi, Rosan melaporkan progres proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (Waste to Energy).
Suara.com - Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani melaporkan proyek-proyek yang dijalankan Danantara ke Presiden Prabowo Subianto.
Salah satunya, menjelaskan perkembangan terkini proyek hilirisasi yang tengah dijalankan Danantara. Rencanannya, proyek hilirisasi itu akan dimulai pada bulan Februari 2026
"Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, 4 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut dibahas 3 poin yakni, Perkembangan 5 titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking diawal bulan depan," tulis Sekretariat Kabinet yang dikutip dari instagram resmi, @sekretariat.kabinet, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, Rosan juga memaparkan, program hilirisasi tersebut akan tersebar di beberapa provinsi, dengan nilai investasi jumbo.
"Program tersebut akan dilakukan di beberapa provinsi Indonesia dengan total investasi sebesar USD 6 miliar atau sekitar Rp 100 triliun," tulis Sekretariat Kabinet.
Selain hilirisasi, Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi ini juga melaporkan perkembangan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy.
"Perkembangan Projects Waste to Energy (Penertiban Pengelolaan Sampah) sehingga volume sampah terbuka tidak hanya berkurang namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi," tulis Sekretariat Kabinet.
ESDM Serahkan Kajian Proyek Hilirisasi
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menyerahkan kajian proyek-proyek hilirisasi yang bisa digarap oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Baca Juga: Percepat Pemulihan Pascabencana, BRI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh
Dalam kajian itu, terdapat 18 proyek yang bisa dipertimbangkan Danantara untuk menjalankan program hilirisasi.
Bahlil memaparkan, nilai investasi dalam 18 proyek tersebut mencapai USD 38,63 miliar atau setara Rp 618,3 triliun. Nilai tersebut, belum termasuk proyek baterai kendaraan listrik yang telah dilakukan ground breaking di Karawang.
Adapun, sektor untuk 18 proyek hilirisasi diantaranya, 8 proyek di sektor mineral, 2 proyek energi internal, 3 proyek pertanian, 3 proyek lainnya di berbagai sektor.
"Dalam kajian ini kami sudah melewati sebuah proses panjang, dari diskusi Kajian mendalam antar tim, melibatkan akademisi, melibatkan pemangkung kepentingan lain, pengusaha kita, undang, teknologi kita undang. Dan ini kita turun ke lapangan Pak Kepala Danantara Jadi tim rakyat kita turun ke lapangan," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit
-
Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik
-
Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor