- Planetarium Jakarta tidak menambah kuota penonton meski kunjungan membeludak setelah dibuka kembali 23 Desember 2025.
- Pengelola menerapkan kuota tiket 50 persen daring dan 50 persen luring untuk empat kali pertunjukan harian.
- Jakpro mengimbau masyarakat memantau informasi resmi dan membeli tiket hanya melalui kanal resmi demi kenyamanan.
Suara.com - Demi Kenyamanan, Planetarium Jakarta Tak Tambah Kuota Penonton Meski Kunjungan Membeludak
PT Jakarta Propertindo (Jakpro) meminta masyarakat memantau informasi resmi secara berkala sebelum merencanakan kunjungan ke Planetarium Jakarta.
Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya antusiasme warga yang ingin menyaksikan pertunjukan Teater Bintang selama masa liburan.
Sejak diresmikan kembali oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 23 Desember 2025, ribuan pengunjung tercatat memadati kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) setiap harinya.
Pihak pengelola bahkan mencatat tiket pertunjukan selalu habis terjual, baik melalui pembelian daring maupun pembelian langsung.
Guna menyiasati lonjakan pengunjung, Jakpro menerapkan mekanisme pembagian kuota tiket yang ketat sesuai arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Head of SBU Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya Christina menjelaskan detail pengaturan kuota yang bertujuan menjaga kenyamanan pengunjung tersebut.
"Kami memahami tingginya antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke Planetarium Jakarta. Karena itu, pengelolaan kuota dilakukan secara terukur agar pengalaman menonton tetap nyaman dan aman," ujar Anya, Minggu (4/1/2026).
"Pertunjukkan dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali dalam sehari serta pembagian kuota 50 persen online dan 50 persen on the spot sudah kami terapkan untuk memastikan akses yang lebih adil dan merata," katanya menambahkan.
Baca Juga: Panduan Memilih Sepatu Terbaik di Wedding Season: Tampil Stylish Tanpa Mengorbankan Kenyamanan
Anya menekankan bahwa penambahan penonton di luar kapasitas kursi Teater Bintang tidak dimungkinkan, sekalipun antusiasme masyarakat sedemikian tinggi.
"Ini berkaitan langsung dengan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pengalaman edukasi bagi pengunjung," paparnya.
Pengelola tak lupa mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi Loket.com atau loket fisik yang tersedia di area TIM.
Langkah transparansi sistem tiket ini dilakukan Jakpro demi meminimalkan potensi praktik percaloan maupun penipuan yang merugikan warga.
Publik dapat memantau pembaruan jadwal dan ketersediaan kuota melalui akun media sosial resmi Taman Ismail Marzuki agar tidak kehabisan tiket saat tiba di lokasi.
Berita Terkait
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan
-
Wajah Baru Planetarium Jakarta, Destinasi Edukasi Favorit di Libur Nataru
-
Panduan Memilih Sepatu Terbaik di Wedding Season: Tampil Stylish Tanpa Mengorbankan Kenyamanan
-
Cole Haan Fall 2025: Ketika Kenyamanan Menjadi Tren Baru Gaya Modern
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh