- BNPT berencana mewajibkan verifikasi wajah untuk pemain game online seperti Roblox guna tangkal paparan terorisme.
- Keputusan ini merespons 70 anak terpapar paham radikal antara Januari 2025 hingga awal Januari 2026.
- Selain verifikasi, BNPT akan selidiki algoritma dan tingkatkan literasi digital melalui konsep Mikroekologi Anak.
Suara.com - Sebuah gebrakan besar tengah disiapkan pemerintah yang berpotensi mengubah cara anak-anak dan remaja mengakses salah satu game online paling populer di dunia, Roblox.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengumumkan rencana untuk memperketat aturan main di ruang digital, dengan salah satu fokus utamanya adalah kewajiban verifikasi wajah bagi para pemain.
Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas temuan mengkhawatirkan mengenai paparan paham kekerasan dan terorisme yang menyasar anak-anak melalui platform online.
Pemerintah tidak ingin lagi kecolongan dan menjadikan game online sebagai pintu masuk ideologi berbahaya.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, menegaskan bahwa pemantauan intensif di dunia maya terus dilakukan oleh tim gabungan untuk memitigasi risiko tersebut.
"Kami, tim gabungan, baik tim intelijen, BNPT dan Densus 88, terus melakukan pemantuan di ruang digital ini, sehingga kami terus melakukan upaya mitigasi pencegahan di ruang digital," ujar Eddy di Mabes Polri, Rabu (7/1/2026).
Rencana ini bukan sekadar wacana. Menurut Eddy, pihaknya telah bergerak cepat dan berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait, termasuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), untuk merumuskan peraturan pemerintah yang solid.
Nantinya, platform yang dinilai rentan seperti Roblox akan menjadi yang pertama menerapkan aturan verifikasi wajah ini.
Mekanismenya dirancang untuk secara otomatis menyaring pengguna berdasarkan usia, memberikan lapisan keamanan baru bagi anak-anak.
Baca Juga: BNPT Sebut ada 112 Anak dan Remaja Terpapar Paham Radikal Lewat Sosial Media
"Sehingga nanti setiap anak yang akan melakukan membuat akun di dalam Roblox itu, pasti akan tercapture wajahnya, nanti secara otomatis kalau memang dia di bawah umur, langsung dia tidak bisa membuat akun itu, itu secara sistem ya," jelasnya.
Kebijakan ini didasari oleh data yang suram. Berdasarkan catatan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, sepanjang Januari 2025 hingga awal Januari 2026, terdeteksi total 70 anak di Indonesia telah terpapar paham radikal seperti Neo-Nazi dan White Supremacy.
Sebaran anak-anak yang terpapar ini terkonsentrasi di kota-kota besar, dengan 15 anak berada di wilayah Jakarta, 12 anak di Jawa Barat, dan 11 anak di Jawa Timur.
Rentang usia mereka pun sangat muda, yakni antara 11 hingga 18 tahun, dengan mayoritas berada di usia krusial 15 tahun.
Selain verifikasi wajah, BNPT juga akan melakukan penyelidikan mendalam terhadap algoritma platform digital.
Tujuannya adalah untuk mendeteksi sejak dini anak-anak yang menunjukkan indikasi ketertarikan pada paham ekstrem atau bergabung dengan komunitas online yang menyajikan konten kekerasan.
Upaya ini akan diimbangi dengan program edukasi dan literasi digital yang menyasar lingkungan terdekat anak, sebuah konsep yang disebut BNPT sebagai "Mikroekologi Anak".
"Nah itu yang akan kami coba berikan edukasi dan literasi digital kepada kalau lingkup kami ya, itu namanya Mikroekologi Anak, artinya lingkungan terdekat anak," tandasnya.
Berita Terkait
-
4 Cara Mendapatkan Candy Blossom di Grow a Garden Roblox agar Panen Melimpah
-
Tier List Pet Game Grow A Garden Desember 2025: Hadirkan Mutasi dan Panen Terbaik
-
BNPT Sebut ada 112 Anak dan Remaja Terpapar Paham Radikal Lewat Sosial Media
-
BNPT Sebut Ada 27 Perencanaan Aksi Teror yang Dicegah Selama 3 Tahun Terakhir
-
BNPT Temukan 21.199 Konten Radikal, Anak Jadi Sasaran Terorisme di Ruang Digital
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
-
Bencana Bukan Sekadar Takdir: Bagaimana Pemuka Agama Lintas Iman Menafsir Ulang 'Dosa Ekologis'?
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan
-
Jokowi Siap 'Turun Gunung' Lagi Demi PSI, Ini Daftar Provinsi yang Akan Segera Dikunjungi
-
Waduh! AS Ancam Bom Oman, Berpotensi Ciptakan Perang Baru
-
Polisi Usut Pelecehan Santriwati di Pekalongan, Korban Lain Jangan Takut Melapor
-
AS Serang Kota Pelabuhan Bandar Abbas Iran Dekat Selat Hormuz
-
Aturan Ketat Jakarta Soal Pengelolaan Limbah Hewan Kurban di Hari Raya