- Senator AS Lindsey Graham memperingatkan pemimpin Iran tentang potensi tindakan ekstrem Trump akibat kerusuhan domestik.
- Peringatan ini menyusul protes masif di Iran yang dipicu oleh kondisi ekonomi nasional yang memburuk signifikan baru-baru ini.
- Presiden Trump mengindikasikan intervensi militer AS jika pemerintah Iran terus menggunakan kekuatan terhadap warga sipil.
Suara.com - Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran kembali memuncak.
Senator Amerika Serikat, Lindsey Graham, secara terbuka memperingatkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bahwa Presiden Donald Trump akan mengambil tindakan ekstrem terhadap Iran, terkait pengambil alihan karena kerusuhan di negara itu.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Selasa waktu setempat, Graham menyatakan bahwa tindakan represif terhadap rakyat Iran yang menuntut perbaikan taraf hidup dapat memicu respons mematikan dari pihak Gedung Putih.
“Kalian (para Ayatollah) harus mengerti, jika pembunuhan terhadap rakyat sendiri terus berlanjut, Donald J. Trump akan menghabisi kalian,” tegas Graham dalam pernyataannya.
Graham menggambarkan situasi saat ini sebagai awal dari pergeseran geopolitik paling signifikan di wilayah Timur Tengah.
Ia menyamakan rezim Teheran saat ini dengan otoritas Nazi dan menjanjikan bahwa bantuan bagi rakyat Iran sedang dalam perjalanan. Menurutnya, perubahan besar untuk menyingkirkan rezim tersebut sudah berada di depan mata.
Peringatan keras dari pihak AS ini muncul saat Iran sedang dihantam gelombang protes masif selama beberapa pekan terakhir.
Demonstrasi tersebut dipicu oleh hancurnya kondisi ekonomi nasional dan anjloknya nilai tukar mata uang Rial yang kini menembus rekor terburuk di level 1.350.000 per dolar AS.
Laporan lapangan menunjukkan situasi semakin mencekam dengan jatuhnya korban jiwa, baik dari kalangan demonstran maupun aparat kepolisian.
Baca Juga: Greenland Punya Tambang Melimpah, Trump Ngotot Mau Caplok Usai Serang Venezuela
Meskipun Ayatollah Khamenei sempat menyatakan bahwa tuntutan ekonomi warga adalah hal yang wajar, ia secara tegas menginstruksikan aparat untuk menindak segala bentuk kerusuhan yang dianggap mengganggu stabilitas negara.
Sebelumnya, dikutip dari Anadolu, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan ikut campur urusan pemerintah Iran dengan dalih penggunaan kekuatan militer terhadap sipil.
Pernyataan tersebut memicu kemarahan dari para pejabat tinggi di Teheran yang menuduh AS melakukan intervensi terhadap kedaulatan dalam negeri mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Buntut Ucapan Lu Punya Otak Gak?, Hotman Paris Resmi Dipolisikan PWI Malang Raya
-
Review Serum Viva untuk Flek Hitam dan Anti-Aging, Usia 40 Tahun ke Atas Wajib Tahu!
-
7 Macam Gorengan Korea Buat Teman Makan Tteokbokki, Gurih dan Renyah!
-
Mengapa Kritik Akademik Lebih Sibuk Dipersoalkan daripada Masalahnya?
-
Sudaryono Siap Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang: Doakan Saya Amanah
-
6 Rekomendasi Sunscreen yang Aman untuk Ibu Hamil sesuai Review dan Harga
-
Densus 88 Sikat Provokator Digital di Lampung
-
Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS
-
25 Kata-Kata Ucapan Hari Anak Nasional Islami yang Penuh Doa dan Makna
-
Apa Penyebab Utama Munculnya Flek Hitam pada Kulit? Ternyata Tak Cuma Paparan Sinar Matahari