- Presiden Prabowo klaim program MBG berhasil, JPPI sebut berhasil merusak pendidikan.
- Program ini dinilai mengorbankan anggaran pendidikan untuk perbaikan sekolah dan guru.
- Guru dibebani tugas non-akademik, sementara jutaan anak masih putus sekolah.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dijalankan secara serentak untuk tahun anggaran 2026. Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengklaim program tersebut telah berhasil hampir sepenuhnya.
Dalam pidatonya saat retret bersama para pejabat negara, Prabowo menyebut Program MBG telah mencapai tingkat keberhasilan 99,99 persen.
Namun, klaim tersebut mendapat kritikan dari Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji. Menurutnya, angka keberhasilan itu justru menunjukkan persoalan serius dalam arah kebijakan pendidikan nasional.
“Iya, memang berhasil, tapi berhasil merusak pendidikan. Merusak arah kebijakan, merusak prioritas anggaran pendidikan, dan merusak masa depan anak-anak,” kata Ubaid dalam pernyataannya, Jumat (9/1/2026).
Ubaid menegaskan, persoalan MBG bukan terletak pada niat memberi makan anak sekolah. Ia menyebut masalah muncul karena program tersebut dijalankan dengan mengorbankan anggaran pendidikan dan mutu penyelenggaraan sekolah.
“Tahun 2026 ini, MBG akan dibiayai Rp1,2 triliun per hari. Ironisnya, 69 persen dananya hasil jarah anggaran pendidikan,” ujar Ubaid.
Menurut JPPI, skema pembiayaan tersebut berisiko menggeser prioritas pendidikan yang lebih mendesak, seperti perbaikan mutu guru, infrastruktur sekolah, dan akses pendidikan yang adil.
JPPI mencatat, MBG justru berpotensi memperlebar ketimpangan mutu pendidikan. Ubaid menyebut, persoalan utama pendidikan Indonesia bukan soal ketiadaan makanan, melainkan akses sekolah yang belum berkeadilan, ketimpangan mutu pendidikan, serta kesejahteraan guru.
Berdasarkan data Kemendikbudristek 2024, hanya 6,2 persen guru PAUD yang telah tersertifikasi. Sementara di jenjang SD dan SMP, jumlah guru bersertifikat baru berkisar 34–40 persen.
Baca Juga: Prabowo Serahkan Bonus Rp465,25 Miliar untuk Atlet SEA Games 2025 di Istana Negara
Pada saat yang sama, sebanyak 63–71 persen ruang kelas SD di berbagai daerah tercatat dalam kondisi rusak, dan situasi ini dinilai tidak jauh berubah hingga 2025.
“Memberi makan anak di ruang kelas yang rusak dan dengan pendampingan guru yang tidak didukung kualitas dan kesejahteraan, ini pasti memperburuk mutu pendidikan kita. Hari ini kita sedang terpuruk di jajaran yang terburuk di Asia Tenggara,” ujar Ubaid.
Prestasi Akademik Menurun
JPPI juga menyoroti capaian akademik siswa yang dinilai tidak menunjukkan perbaikan seiring pelaksanaan MBG. Perbandingan hasil Ujian Nasional (UN) 2019 dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 justru menunjukkan penurunan signifikan pada mata pelajaran matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
Menurut Ubaid, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pendidikan nasional bukan semata soal pemenuhan gizi, melainkan lemahnya sistem pembelajaran.
“Negara memberi makan tubuh siswa, tetapi membiarkan otak mereka tumbuh dalam sistem pembelajaran yang rapuh,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan