- Petugas gabungan di Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan satu kilogram sabu oleh pasutri Pakistan.
- MJ (36) dan SB (29) ditangkap pada 6 Januari 2026 setelah menelan 159 kapsul sabu untuk mengedarkan narkotika.
- Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama BC Soetta dan Polri berdasarkan informasi intelijen jaringan internasional.
Suara.com - Sebuah aksi penyelundupan narkotika dengan modus yang terbilang nekat dan membahayakan nyawa berhasil digagalkan petugas gabungan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Sepasang suami istri (pasutri) asal Pakistan, MJ (36) dan SB (29), ditangkap setelah kedapatan membawa lebih dari satu kilogram sabu yang disembunyikan di dalam perut mereka.
Keduanya nekat menelan ratusan kapsul berisi sabu demi mengelabui pemeriksaan petugas. Total, ada 159 kapsul narkotika yang mereka telan untuk bisa masuk dan mengedarkan barang haram tersebut di Indonesia.
"Kasus ini berhasil terbongkar atas kerjasama antara BC Soetta dan Polri. Dimana ada dua warga negara (WN) Pakistan penyelundupan narkotika jenis metamfetamina/sabu," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama dalam konferensi pers di Tangerang, Jumat (9/1/2026).
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi intelijen mengenai adanya pengiriman narkotika oleh jaringan internasional.
Tim gabungan kemudian menaruh curiga pada aktivitas MJ dan SB yang tiba di Indonesia menggunakan penerbangan dengan rute Lahore-Bangkok-Jakarta pada Selasa (6/1) pukul 11.55 WIB.
"Keduanya diduga terlibat sebagai kurir narkotika dengan modus penyembunyian di dalam tubuh (internal concealment) melalui cara ditelan (swallow)," kata dia sebagaimana dilansir Antara.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, menambahkan bahwa penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus narkotika yang ditangani Polri pada Juli 2025 lalu.
Dari kasus sebelumnya, muncul entitas lain yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan kurir narkotika.
Baca Juga: Lawatan ke Islamabad, 6 Jet Tempur Sambut Kedatangan Prabowo di Langit Pakistan
"Diperoleh informasi dan didapati entitas terelasi diduga merupakan jaringan kurir narkotika lain. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menjadikan entitas terelasi menjadi target operasi," tuturnya.
Berbekal informasi tersebut, tim Bea Cukai Soetta menempatkan MJ dan SB sebagai target operasi dan memberikan atensi khusus saat keduanya mendarat.
Petugas pun langsung melakukan pemeriksaan mendalam. Meski hasilnya nihil pada barang bawaan, kecurigaan petugas justru semakin menguat.
"Meski tidak ditemukan narkotika pada barang bawaan, hasil uji urine kedua penumpang menunjukkan positif mengandung metamfetamina dan amfetamina," ujar Gatot.
Tak mau terkecoh, petugas membawa kedua penumpang tersebut ke Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk untuk menjalani pemeriksaan rontgen.
Dari sinilah modus gila mereka mulai terkuak. Hasil rontgen menunjukkan adanya benda-benda asing berbentuk kapsul di dalam perut keduanya. Untuk memastikannya, pemeriksaan dilanjutkan dengan CT Scan.
Hasilnya pun mencengangkan. Terbukti, MJ telah menelan sebanyak 97 kapsul berisi sabu dengan berat total mencapai 1.075,9 gram atau lebih dari satu kilogram. Sementara istrinya, SB, menelan 62 kapsul dengan berat total 563,33 gram.
Atas perbuatan nekatnya, pasutri ini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terancam hukuman maksimal, yakni hukuman mati atau penjara seumur hidup.
"Penindakan ini ditaksir mampu menyelamatkan 8.196 jiwa generasi bangsa dan potensi penghematan biaya rehabilitasi kesehatan ditaksir sebesar Rp13,11 miliar," kata dia.
Berita Terkait
-
Kejari Bogor Musnahkan 5 Kilogram Keripik Pisang Bercampur Narkotika
-
Ammar Zoni Jalani Sidang Lanjutan, Saksi Beberkan Temuan Narkotika di Sel Tahanan
-
Lawatan ke Islamabad, 6 Jet Tempur Sambut Kedatangan Prabowo di Langit Pakistan
-
Asal-usul Gembong Narkoba Dewi Astutik: Dari Penipu Online Hingga Bertemu Godfather Nigeria
-
Tergiur Rp26 Juta, Pasutri Ini Ditangkap Saat Jadi Kurir Sabu 19 Kg di Tambora
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Menkeu Ungkap Defisit BPJS Capai Puluhan Triliun, Siap-siap Iuran Naik?
-
Bayang-Bayang Perang: 12 Jet Tempur Amerika Mendarat saat Iran-AS Bersiap Berunding di Jenewa
-
Debt Collector Penusuk Advokat Ditangkap di Semarang, Polisi Selidiki Motif
-
Said Didu Sebut Presiden Prabowo Berada di Titik "To Kill or To Be Killed"
-
Ngeri! Relawan Kemanusiaan Asal Jogja di Aceh Kena Teror, Dikirimi Bangkai Anjing Tanpa Kepala
-
Motif Terkuak, Hirarki Barak Picu Penganiayaan yang Tewaskan Bripda Dirja di Sulsel
-
Menkes Budi: Iuran BPJS Naik 2026 Tidak Lebih Mahal dari Beli Rokok, Warga Miskin Aman
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
Modus Operandi 'Endless Art Investment Cara Nadiem Diduga Samarkan Aliran Dana Google Chromebook OS
-
Prabowo Sambangi Yordania, Pesawat Kepresidenan RI Dikawal F-16