- Ketua Umum PDI Perjuangan menyampaikan pentingnya mengembalikan arah politik nasional pada kearifan lokal budaya.
- Penyampaian ini dilakukan dalam pidato HUT ke-53 partai pada 10 Januari 2026 di Jakarta Utara.
- Megawati mendorong nilai Nusantara seperti Tri Hita Karana sebagai fondasi kebijakan publik dan ekologi.
Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menekankan pentingnya mengembalikan arah politik nasional pada akar budaya dan kearifan lokal.
Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pidato politiknya pada peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus pembukaan Rakernas I di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Ia menegaskan bahwa politik nasional tidak boleh terjebak dalam arus pragmatisme yang hanya mengejar kekuasaan sesaat, namun merusak hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Ia mendorong agar nilai-nilai tradisional Nusantara, seperti Tri Hita Karana dari Bali dan Memayu Hayuning Bawana dari Jawa, dijadikan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan publik.
Menurutnya, keseimbangan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam semesta merupakan kunci untuk memperbaiki tatanan kehidupan yang kian tergerus.
Ia memberikan kritik tajam terhadap standar kemajuan fisik yang mengabaikan kelestarian lingkungan.
“Peradaban yang maju bukan diukur dari gedung tinggi, melainkan dari cara ia memperlakukan bumi,” tegas Megawati di hadapan ribuan kader partai.
Ia menambahkan bahwa kearifan lokal Indonesia memiliki nilai yang jauh lebih luhur dibandingkan logika kapitalisme. Dalam budaya Nusantara, bumi dipandang sebagai sosok ibu yang harus dirawat dan dihormati, bukan sekadar objek untuk dieksploitasi secara masif.
Lebih lanjut, Presiden ke-5 RI ini mengingatkan bahwa politik harus dikembalikan pada hakikatnya sebagai alat perjuangan moral dan gotong royong.
Baca Juga: Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
Ia menekankan bahwa kehormatan PDI Perjuangan tidak dilihat dari banyaknya jabatan yang diduduki, melainkan dari konsistensi kader dalam menghidupi nilai-nilai nurani untuk melindungi alam.
“Siapa pun yang mencintai bumi, bumi akan berbicara dengan memberikan keselamatan kehidupan. Maka, jalan perjuangan partai harus berpihak pada kelestarian ekologi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Megawati menegaskan bahwa keberpihakan pada ekologi merupakan pengejawantahan nyata dari nilai-nilai Pancasila.
Ia meminta seluruh kader untuk memiliki keberanian berdiri di atas kebenaran ekologis, sesuai dengan semangat tema Rakernas I 2026, yaitu “Satyam Eva Jayate” (Hanya Kebenaran yang Berjaya).
Berita Terkait
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
Terpopuler
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- Fajar Sadboy Kecelakaan, Keluarga Pingsan Dengar Kabar
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
-
Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!
-
Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!
-
Prabowo Temui Putin di Tengah Krisis Global, Pakar: Langkah Krusial Amankan Energi RI
-
Viral Dulu Baru Ditangani? Pramono Anung Akui Keluhan Warganet Bikin Kinerja Pemprov Ngebut
-
Langit Indonesia Dijual? Sjafrie Sjamsoeddin Bakal Teken Akses Bebas untuk Militer AS
-
Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar
-
11 Ribu Warga Dicoret dari Daftar Penerima Bansos 2026, Ini Penjelasan Kemensos
-
Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa
-
Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat