Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melontarkan kritik tajam terhadap arah kebijakan pembangunan nasional dalam pidato politiknya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I sekaligus peringatan HUT PDI Perjuangan ke-53.
Megawati menyoroti maraknya regulasi yang dinilai terlalu memanjakan konsesi besar sehingga memicu bencana ekologis masif di berbagai wilayah Indonesia.
Ia secara spesifik menghubungkan kerusakan lingkungan di wilayah hulu dengan rentetan bencana hidrometeorologi yang baru-baru ini melumpuhkan puluhan kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menurutnya, banjir ekstrem dan longsor tersebut bukanlah sekadar peristiwa alam, melainkan dampak nyata dari perubahan fungsi lahan penyangga menjadi kawasan eksploitasi demi kepentingan segelintir pihak.
“Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem,” tegas Megawati di hadapan ribuan kader partai dalam acara yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan bahwa pembukaan hutan secara masif untuk tanaman monokultur telah menghilangkan kemampuan alami bumi dalam menyerap air.
Dampaknya, rakyat kecil di wilayah hilir yang tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan justru menjadi pihak yang paling menderita.
Ia pun menegaskan bahwa PDI Perjuangan menolak keras model pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan angka, namun mengabaikan keadilan ekologis.
Ia juga mengingatkan kembali pesan Proklamator Bung Karno pada tahun 1946 mengenai vitalnya keberadaan hutan bagi kelangsungan hidup bangsa.
Bagi Megawati, praktik eksploitasi yang terjadi saat ini merupakan kemunduran besar bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
“Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi instruksi langsung bagi seluruh kader PDI Perjuangan, baik di jajaran eksekutif maupun legislatif, agar berani menyuarakan kebenaran ekologis dan melawan setiap kebijakan yang merusak bumi.
Megawati menekankan bahwa legitimasi sebuah partai politik tidak hanya diukur dari jumlah kursi kekuasaan, melainkan dari keberpihakannya terhadap rakyat dan kelestarian alam.
Melalui Rakernas I yang mengusung tema “Satyam Eva Jayate” ini, PDI Perjuangan berkomitmen memperkuat agenda strategis untuk menghadapi krisis ekologis demi keselamatan masa depan bangsa.
Berita Terkait
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
Pemerintah Siapkan Skema Kompensasi Rumah untuk Percepat Pengurangan Pengungsi Pascabencana Sumatra
-
DPR dan Pemerintah Pacu Pemulihan Bencana Sumatra, Target Normal Sebelum Ramadhan 2026
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua