- Jaksa federal membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait kesaksian renovasi gedung.
- Powell meyakini penyelidikan ini dipicu oleh kemarahan Presiden Trump karena penolakan penurunan suku bunga acuan.
- Konflik ini menimbulkan kekhawatiran independensi The Fed dan berdampak pada kenaikan harga emas global.
Suara.com - Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa jaksa penuntut federal telah membuka penyelidikan kriminal terhadap dirinya.
Langkah ini menandai eskalasi konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya antara bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut dengan administrasi Presiden Donald Trump.
Dalam sebuah video yang mengumumkan penyelidikan tersebut, Jerome Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS telah melayangkan somasi (subpoena) kepada agensinya. P
enyelidikan ini berfokus pada kesaksian yang diberikan Powell kepada komite Senat mengenai proyek renovasi besar-besaran gedung-gedung Federal Reserve. Jaksa bahkan mengancam akan mengeluarkan dakwaan kriminal terkait keterangan tersebut.
Jerome Powell menyebut penyelidikan ini sebagai tindakan yang "unprecedented" atau belum pernah terjadi sebelumnya. Ia secara terbuka meyakini bahwa langkah hukum ini dipicu oleh kemarahan Donald Trump terhadap dirinya.
Sebagaimana diketahui, Powell berulang kali menolak tekanan publik dari sang Presiden untuk menurunkan suku bunga demi ambisi politik jangka pendek.
Konflik antara Gedung Putih dan The Fed ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai independensi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Powell menegaskan bahwa masa depan ekonomi negara dipertaruhkan jika bank sentral kehilangan kemampuannya untuk mengambil keputusan secara objektif.
"Hal ini menegaskan apakah The Fed akan mampu terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah kebijakan moneter justru akan dipengaruhi oleh tekanan atau intimidasi politik," ujar Powell, dikutip via BBC.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
Meskipun menghadapi tekanan hukum, Powell menyatakan tetap menghormati prinsip akuntabilitas dalam demokrasi.
Namun, ia memperingatkan bahwa tindakan ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas, yaitu ancaman yang terus-menerus dari administrasi saat ini terhadap lembaga negara yang independen.
"Saya sangat menghormati supremasi hukum dan akuntabilitas dalam demokrasi. Tidak seorang pun, tentu saja bukan ketua Federal Reserve, berada di atas hukum, tetapi tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas dari ancaman dan tekanan berkelanjutan yang diberikan oleh pemerintah.," lanjutnya.
Secara formal, penyelidikan ini berpusat pada proyek "overhaul dan modernisasi" dua gedung utama The Fed, yaitu Eccles Building dan 1951 Constitution Avenue.
Gedung-gedung peninggalan tahun 1930-an tersebut sedang direnovasi untuk pertama kalinya guna membersihkan kontaminasi asbes dan timbal serta meningkatkan standar keamanan kesehatan.
The Fed memproyeksikan biaya renovasi ini mencapai USD 2,5 miliar dan mengklaim langkah ini akan menghemat biaya jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Usai Bermalam di IKN, Prabowo Tinjau Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY, Satu Warga Kulon Progo Tewas Tersambar Petir
-
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
-
Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air