- Hujan lebat dan angin kencang pada 12 Januari 2026 di DIY menyebabkan satu korban jiwa tersambar petir di sawah Kulon Progo.
- Sleman mengalami dampak signifikan berupa 28 pohon tumbang, merusak 12 rumah serta jaringan listrik di 11 kapanewon.
- Cuaca ekstrem juga melanda Gunungkidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan tanah longsor di beberapa lokasi.
Suara.com - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (12/1/2026) sore hingga malam menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur.
Nahas satu cuaca ekstrem itu menelan satu korban jiwa. Seorang perempuan di Kabupaten Kulon Progo ditemukan meninggal dunia di area persawahan usai diduga tersambar petir.
Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, membenarkan peristiwa itu.
Korban berinisial W (46), warga Kalibawang, Kulon Progo, ditemukan tak bernyawa di persawahan Banjararum, Kalibawang, sekitar pukul 16.30 WIB, Senin kemarin.
Peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari.
Disampaikan Sarjoko, korban awalnya pergi ke sawah untuk mencari rumput bersama seorang saksi sekitar pukul 15.00 WIB sebelum hujan turun. Namun ketika hujan akan datang, saksi memilih kembali pulang sementara korban tetap berada di sawah.
"Sehabis turun hujan, ada warga akan mencari rumput di dekat persawahan tersebut melihat korban tergeletak dengan posisi terlentang," kata Sarjoko, Selasa (13/1/2026).
Sarjoko menambahkan, hasil pemeriksaan luar menunjukkan korban telah meninggal dunia saat ditemukan. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang mengarah pada dugaan tersambar petir.
"Pada badan korban ditemukan adanya luka bakar leher, adanya bekas rambut terbakar menggumpal di kepala belakang dan terdapat luka bakar di paha kanan," ungkapnya.
Baca Juga: Horor Menit 73 Liga 4 DIY: Tendangan Kung Fu Leher Disasar, Wasit Tutup Mata
Selain di Kulon Progo, hujan lebat dan angin kencang juga melanda Kabupaten Sleman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat puluhan kejadian pohon tumbang yang merusak rumah, kendaraan, hingga jaringan listrik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyebut hujan ringan hingga sedang yang disertai angin kencang terjadi sejak pukul 15.45 WIB dan berdampak di 11 kapanewon (kecamatan).
"Hujan ringan sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang," ujar Bambang.
Total terdapat 26 titik kejadian dengan 28 pohon tumbang. Lalu ada 12 rumah rusak ringan, jaringan listrik terdampak yang 5 titik serta masing-masing satu motor dan mobil terdampak.
Meski kerusakan tercatat cukup luas, BPBD Sleman memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas gabungan bersama warga langsung melakukan asesmen, pemotongan pohon, hingga distribusi bantuan darurat di lokasi terdampak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun