News / Metropolitan
Senin, 12 Januari 2026 | 11:05 WIB
Penumpang menaiki Bus Transjakarta di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (12/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Hujan deras sejak Senin pagi (12/1/2026) menyebabkan genangan air meluas, mengganggu signifikan aktivitas warga DKI Jakarta.
  • PT Transjakarta menyesuaikan operasional masif pada beberapa koridor karena jalur lintasan tergenang air yang meninggi.
  • Beberapa koridor, seperti 5, 9, dan 10, memendek rute, sementara koridor 12 serta 14 sementara berhenti beroperasi.

Suara.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Senin (12/1/2026) pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air hingga mengganggu aktivitas warga.

Kondisi cuaca ekstrem ini berdampak signifikan pada operasional layanan transportasi umum andalan warga ibu kota, yakni Transjakarta.

Pihak PT Transjakarta melalui akun media sosial resminya mengumumkan adanya penyesuaian layanan secara masif di berbagai koridor akibat genangan air yang meninggi di jalur lintasan.

Layanan Koridor 5 dengan rute Kampung Melayu - Ancol terpaksa mengalami perpendekan rute menjadi hanya melayani sampai Jembatan Merah.

"Ada genangan air di sekitar Pademangan," bunyi informasi tertulis yang disampaikan.

Nasib serupa juga dialami oleh pelanggan Koridor 9 rute Pinang Ranti - Pluit yang rutenya kini dipangkas hanya sampai Grogol Reformasi.

"Ada genangan air pada jalur yang dilalui," lanjut pihak Transjakarta dalam penjelasannya.

Tak hanya itu, Koridor 10 rute PGC - Tanjung Priok juga harus memperpendek jangkauan layanan mereka menjadi hanya sampai Cempaka Putih akibat jalur yang tak bisa dilalui.

Situasi yang lebih parah terjadi pada Koridor 12 dan Koridor 14, yang untuk sementara waktu tidak dapat melayani pelanggan.

Baca Juga: Daftar Pengalihan Rute Transjakarta Selama Demo Buruh di Depan Istana

Manajemen Transjakarta menegaskan langkah drastis ini diambil semata-mata karena jalur yang biasa dilalui tertutup genangan air.

Penghentian operasional dan pemangkasan rute ini bersifat situasional dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi surutnya air di lapangan.

Masyarakat yang biasa menggunakan rute-rute terdampak diimbau untuk mencari alternatif moda transportasi lain guna menghindari penumpukan penumpang di halte.

Warga diminta untuk terus waspada dan memantau perkembangan situasi terkini melalui kanal informasi resmi agar tidak terjebak di tengah perjalanan. 

Load More