- Seorang pelajar perempuan menjadi korban pelecehan seksual begal payudara di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat pada Senin (12/1).
- Kepolisian Sektor Kembangan segera menyelidiki insiden tersebut setelah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
- Rekaman CCTV menunjukkan pelaku yang sama telah melakukan aksi serupa dua kali di lokasi berdekatan dengan identitas plat nomor teridentifikasi.
Suara.com - Aksi pelecehan seksual jalanan yang meresahkan kembali terjadi, kali ini menyasar seorang anak di bawah umur di kawasan Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.
Seorang pelajar perempuan menjadi korban begal payudara pada Senin (12/1), sebuah insiden yang meninggalkan luka trauma mendalam dan memicu kemarahan warga.
Aksi bejat pelaku yang berboncengan sepeda motor itu terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV), memberikan petunjuk vital bagi aparat kepolisian yang kini tengah memburu pelaku.
Pihak kepolisian pun bergerak cepat setelah menerima laporan. Kapolsek Kembangan, Kompol Moch Taufik, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan langsung memulai proses penyelidikan untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku.
"Sudah ada koordinasi dengan pihak terkait di daerah itu. Akan segera didalami," kata Taufik saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Tim dari Unit Reserse Kriminal Polsek Kembangan juga telah diturunkan langsung ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini diambil untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna mempercepat proses pengejaran.
"Sudah ada olah TKP bersama Unit Reskrim Polsek Kembangan, akan segera diselidiki lebih lanjut," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Sementara itu, bukti kunci datang dari rekaman CCTV yang diungkap oleh Ketua RT 09 RW 03 Meruya Selatan, Pijai Sapudin.
Menurutnya, pelaku yang sama ternyata telah beraksi sebanyak dua kali di lokasi yang berdekatan, menunjukkan betapa nekat dan berbahayanya mereka bagi warga sekitar.
Baca Juga: Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng
"Ini kemarin, ada orang yang sama terekam dua kali di CCTV, melakukan begal payudara di depan Mushalla Baitul Ghufron Jalan H. Sodon, Meruya Selatan," ungkap Pijai.
Korban terakhir adalah seorang pelajar yang merupakan warganya. Pijai menceritakan bagaimana insiden tersebut membuat korban sangat terpukul hingga tak berani bercerita kepada orang tuanya.
"Warga saya, orang ngontrak, pulang sekolah anaknya nangis, tadinya tak mau cerita, mungkin malu. Baru cerita hari ini, pas ditanya orang tuanya," kata dia.
Pijai mendesak aparat untuk segera menangkap pelaku, khawatir jika dibiarkan akan ada lebih banyak korban dan dampak psikologis yang ditimbulkan akan semakin parah, terutama bagi anak-anak.
"Bahaya ini, pelaku kalau tak ditangkap, bisa bikin mental anak, terganggu," ujarnya cemas.
Berbekal rekaman CCTV, Pijai bersama jajaran RW setempat telah menganalisis dan mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Bahkan, pelat nomor sepeda motor yang digunakan pelaku berhasil diidentifikasi dengan jelas.
Pihaknya mendapati bahwa sepeda motor yang digunakan pelaku berpelat nomor B-4410-BKE.
"Wajahnya juga sudah terlihat jelas, semoga polisi bisa segera menangkap," ujar Pijai penuh harap.
Dalam rekaman CCTV pada Senin (12/1) pukul 14.53 WIB, terlihat jelas kronologi kejadian. Dua pria berboncengan awalnya berkeliling dan sempat bertanya arah kepada seorang pejalan kaki.
Tak lama kemudian, mereka berputar balik dan saat berpapasan dengan korban yang masih mengenakan seragam putih biru, pelaku yang duduk di belakang langsung melancarkan aksinya lalu tancap gas.
Berdasarkan rekaman lain, pelaku yang sama juga beraksi pada Kamis (8/1) sekitar pukul 11.14 WIB.
Sasarannya adalah seorang perempuan yang sedang mengendarai sepeda. Modusnya serupa, pelaku memepet korban dari belakang lalu melakukan pelecehan saat mendahului.
Berita Terkait
-
Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Mengapa Pelaku Pelecehan Selalu Merasa Aman, dan Korban Selalu Disalahkan?
-
Seorang Pedagang Tahu Bulat Diduga Lecehkan Anak 7 Tahun, Diamuk Warga Pasar Minggu
-
Taeil Eks NCT Divonis 3,5 Tahun Penjara Atas Kasus Pelecehan Seksual
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
KPK Pamerkan Barang Bukti Lima Koper Berisi Uang Rp5,19 Miliar Korupsi Bea Cukai
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas